Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?

Senin, 04 Mei 2026 - 13:00 WIB
loading...
Mengapa Amerika Serikat...
Ridwan al-Makassary, Dosen di Fakultas Ilmu Sosial UIII/Direktur Center of Muslim Politics and World Society UIII. Foto/Dok. SindoNews
A A A
Ridwan al-Makassary
Dosen Departemen Ilmu Politik Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII)
Direktur Center for the Study of Muslim Politics and World Society (COMPOSE)

PADA perang Iran 2026, Selat Hormuz, celah sempit di antara Iran dan Oman, dijadikan alat tawar politik dan kartu penting oleh Iran. Selat tersebut yang dilayari kapal tanker membawa dua puluh persen minyak dunia. Ketika perang berkecamuk, Iran menutup Selat Hormuz dan akibatnya dunia menjerit kencang.

Alasan-alasan Iran menutup selat tersebut adalah harga minyak dunia akan membumbung tinggi, ekonomi Barat akan berdarah-darah, dan Amerika Serikat (AS) akan menghadapi tekanan dalam negeri yang kuat untuk menghentikan perang. Asumsi itu mengharuskan Iran untuk menjual minyaknya, bahkan, ketika selat itu terganggu melalui beberapa kanal: Cina, saluran belakang dan tanker hantu di tengah sanksi ekonomi yang mencekik. Teori sederhananya adalah bagaimana Iran membuat perang menjadi sangat mahal untuk AS sehingga mereka tidak dapat bertahan dan menyerah.

Namun, bagi AS, ketika ia tidak dapat memenangkan perang melalui tank dan rudal dalam waktu singkat, maka pelabuhan menjadi medan tempur baru. Amerika Serikat memutuskan memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran pada April 2026. Langkah ini menandai perubahan strategi, yaitu dari serangan militer langsung menuju perang ekonomi total. Jika bom menghancurkan bangunan, maka blokade menghancurkan denyut kehidupan.

Pada praktiknya, AS tidak meminta Iran membuka Selat Hormuz seperti sebelumnya. Bahkan, AS tidak menegosiasikan hal tersebut, namun, ia menyatakan jika Iran memblokade dunia, maka AS memblokade pelabuhan Iran.

AS menyatakan blokade diberlakukan terhadap kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran yang berlayar melalui teluk Oman, terutama setelah gagalnya negosiasi diplomatik di Islamabad. Washington menyebutnya sebagai tekanan yang sah agar Teheran menerima syarat diplomatik, terutama terkait program nuklir dan perilaku regionalnya. Namun, di balik narasi resmi itu, blokade adalah pesan geopolitik AS ingin menunjukkan bahwa ia masih mampu mengendalikan jalur perdagangan global dan menghukum negara yang menantangnya.

Dari sudut pandang strategis, blokade juga merupakan balasan atas ketegangan di Selat Hormuz. Sebelumnya Iran dituduh menghambat lalu lintas maritim dan memungut biaya lintasan bagi kapal tertentu. Maka, AS menjawab dengan logika simetris bila Iran mengganggu selat, AS akan mengunci pelabuhan-pelabuhan Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
5 Pesan Penting dari...
5 Pesan Penting dari Iran saat Pemakaman Khamenei, Balas Dendam hingga Pemerintahan yang Solid
3 Alasan Mojtaba Tidak...
3 Alasan Mojtaba Tidak Menghadiri Pemakaman Ayahnya, Ada Indikasi Serangan Israel
Deretan Delegasi Asing...
Deretan Delegasi Asing yang Hadiri Pemakaman Khamenei, Salah Satunya Musuh Bebuyutan Iran
Rekomendasi
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
Berita Terkini
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Pakar Hukum Sebut Kasus...
Pakar Hukum Sebut Kasus Roy Suryo Tidak Memenuhi Syarat Deponering
Kapolri Lantik Kakorlantas...
Kapolri Lantik Kakorlantas Baru dan 6 Kapolda, Ini Daftarnya
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved