Saat Harga Energi Melonjak, Kelas Menengah Menanggung Beban Terpanjang

Selasa, 28 April 2026 - 15:21 WIB
loading...
A A A
Fenomena serupa terjadi di tingkat rumah tangga kelas menengah. Kenaikan harga energi tidak langsung memukul mereka secara drastis, tetapi menggerus kemampuan finansial secara perlahan. Pengeluaran rutin meningkat, sementara pendapatan relatif stagnan. Akibatnya, pola konsumsi berubah.

Pengeluaran sekunder mulai ditekan. Liburan ditunda, makan di luar dikurangi, dan pembelian barang non-prioritas dipertimbangkan ulang. World Bank (2023) menyebut sebagai middleclasssqueeze, yakni tekanan ekonomi yang membuat kelas menengah harus menyesuaikan gaya hidup tanpa benar-benar jatuh miskin. Sri Mulyani Indrawati (2023) menegaskan bahwa kelompok ini sangat rentan terhadap lonjakan inflasi, terutama yang bersumber dari energi dan pangan.

Menjaga Daya Tahan di Tengah Tekanan Fiskal
Dari perspektif kebijakan, kenaikan harga energi bukan tanpa alasan. Pemerintah perlu menjaga kesehatan fiskal dan memastikan subsidi tepat sasaran. International MonetaryFund (2022) menilai bahwa subsidi energi yang terlalu luas cenderung tidak efisien dan lebih banyak dinikmati kelompok mampu. Pandangan ini sejalan dengan Chatib Basri(2022) yang menekankan pentingnya reformasi subsidi untuk menjaga keberlanjutan anggaran negara.

Namun demikian, kebijakan yang rasional secara fiskal tetap membawa konsekuensi ekonomi yang nyata. Kenaikan harga energi memicu efek berantai: biaya logistik naik, harga barang meningkat, dan tekanan inflasi menguat. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti (2024), menyebut bahwa transmisi inflasi dari energi ke sektor lain berlangsung cepat melalui jalur distribusi.

Dalam kondisi ini, kelas menengah kembali menjadi kelompok yang paling lama menanggung beban. Mereka tidak menerima bantuan langsung, tetapi harus menghadapi kenaikan biaya hidup secara penuh. Yang terancam bukan sekadar daya beli jangka pendek, melainkan juga kapasitas jangka panjang untuk menabung, berinvestasi, dan meningkatkan kualitas hidup.

Asian Development Bank (2023) memperingatkan bahwa erosi kelas menengah dapat berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Jika tekanan ini terus berlangsung, bukan tidak mungkin sebagian kelas menengah akan turun menjadi kelompok rentan, sebuah kemunduran struktural yang berbahaya bagi stabilitas ekonomi nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina! Pertamax Tetap, Turbo Turun Jadi Rp19.300/Liter
Resmi! Harga BBM Nonsubsidi...
Resmi! Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun per 1 Juli 2026, tapi Pertamax Tetap
Rekomendasi
Makna Basmalah dan Tafsirnya...
Makna Basmalah dan Tafsirnya dalam Islam, Ini Arti Bismillahirrahmanirrahim
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Dinilai Tak Sesuai Budaya...
Dinilai Tak Sesuai Budaya Sunda, MUI Sesalkan Lagu 'Lalaki Langit' karya Bupati Purwakarta
Berita Terkini
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
Pengembalian Amplop...
Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana, KPK Terus Dalami Kasus HPT
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Raksasa (yang) Tak Lagi...
Raksasa (yang) Tak Lagi Menakutkan
Roy Suryo Kembali Ajukan...
Roy Suryo Kembali Ajukan Gugatan Praperadilan, Polda Metro Jaya: Tidak Apa-apa
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved