Saat Harga Energi Melonjak, Kelas Menengah Menanggung Beban Terpanjang

Selasa, 28 April 2026 - 15:21 WIB
loading...
Saat Harga Energi Melonjak,...
Faozan Amar, Associate Professor Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA. Foto/Dok. SindoNews
A A A
Faozan Amar
Associate Professor Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA

KENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan gas elpiji yang terjadi hampir bersamaan bukan sekadar kabar ekonomi rutin. Di balik keputusan itu, tersimpan tekanan yang tidak merata. Jika dicermati lebih dalam, kelompok yang menanggung beban paling panjang justru bukan masyarakat miskin yang masih mendapat bantalan subsidi, melainkan kelas menengah yang berada di ruang “abu-abu”, tidak cukup rentan untuk dibantu, tetapi juga tidak cukup kuat untuk benar-benar aman.

Kelompok ini adalah wajah utama ekonomi Indonesia: pekerja formal, pelaku usaha kecil, hingga keluarga urban yang menopang konsumsi domestik. Data BPS (2024) menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga berkontribusi lebih dari 50% terhadap Produk Domestik Bruto. Di dalamnya, kelas menengah memegang peranan dominan. Gubernur BI Perry Warjiyo (2023), menegaskan bahwa stabilitas pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada daya beli kelompok ini.

Namun, ketika harga energi melonjak, fondasi tersebut mulai teruji. Energi bukan sekadar komoditas, melainkan input dasar hampir seluruh aktivitas ekonomi. Ekonom Faisal Basri (2022) mengingatkan bahwa kenaikan harga energi selalu membawa efek rambatan luas, dari biaya produksi hingga harga barang di tingkat konsumen. Dalam situasi ini, kelas menengah tidak hanya terdampak, tetapi juga menjadi penyangga utama tekanan ekonomi.

Tekanan Sunyi pada Rumah Tangga dan UMKM
Dampak paling cepat terlihat pada pelaku usaha kecil dan menengah. Kenaikan BBM nonsubsidi meningkatkan biaya distribusi, sementara kenaikan elpiji menambah beban operasional, terutama bagi usaha berbasis konsumsi seperti kuliner. Dalam kondisi pasar yang sensitif, menaikkan harga bukan pilihan sederhana. Konsumen yang juga tertekan akan cenderung menahan belanja.

Bhima Yudhistira (2024) mencatat bahwa sebagian besar pelaku UMKM memilih menyerap kenaikan biaya dengan memangkas margin keuntungan demi menjaga daya beli konsumen. Strategi ini mencerminkan upaya bertahan, bukan berkembang. Banyak pelaku usaha mulai melakukan efisiensi ekstrem, dari pengurangan porsi hingga penyesuaian kualitas layanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Komisi VI DPR: Kenaikan...
Komisi VI DPR: Kenaikan Harga BBM Dilakukan Tiba-tiba, Kami Belum dapat Informasi
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Rekomendasi
CCTV Bundaran HI Dituding...
CCTV Bundaran HI Dituding Mati saat Demo Mahasiswa, Diskominfotik DKI Jakarta Buka Suara
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Berita Terkini
Prabowo Akan Bertemu...
Prabowo Akan Bertemu Presiden Jerman Frank Walter Steinmeier di Istana Besok, Bahas Apa?
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved