Ketahanan Pangan dan Energi Jadi Kunci Keberlanjutan Program MBG

Rabu, 08 April 2026 - 16:28 WIB
loading...
A A A
Ia menekankan bahwa ketahanan pangan dan ketahanan energi merupakan kunci agar Indonesia tidak terlalu terdampak gejolak global. Jika harga energi dunia meningkat, maka harga gas dan bahan bakar minyak domestik berpotensi ikut naik. Kondisi ini akan meningkatkan biaya produksi dan distribusi pangan.

Namun jika Indonesia mampu swasembada pangan dan energi, dampak tersebut dapat ditekan sehingga program sosial seperti MBG tetap berjalan. Esther juga mengingatkan bahwa anggaran Program MBG berpotensi mengalami pembengkakan.

Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi program. Salah satu aspek yang perlu ditinjau adalah fokus wilayah sasaran, kecukupan nutrisi, serta standar keberhasilan program.

Dia menilai masih banyak keluhan terkait standar nutrisi dalam program tersebut. Karena itu, pengawasan kualitas makanan harus diperketat. Pemerintah perlu menetapkan standar yang jelas dan mekanisme evaluasi yang transparan. Jika terjadi pelanggaran, maka harus ada sanksi tegas terhadap penyedia layanan.

Sebagai perbandingan, Esther mencontohkan sistem pengawasan keamanan pangan di Belanda. Menurutnya, apabila terjadi kasus keracunan makanan di restoran, inspeksi langsung dilakukan oleh otoritas terkait. Jika ditemukan pelanggaran, izin usaha restoran dapat dicabut. Standar pengawasan ketat seperti itu dinilai perlu diterapkan dalam Program Makan Bergizi Gratis karena menggunakan dana negara dan menyasar kelompok rentan seperti anak-anak.

Selain aspek fiskal dan kualitas program, Esther juga menyoroti dampak ekonomi terhadap pelaku usaha. Berdasarkan hasil penelitian INDEF, manfaat ekonomi Program Makan Bergizi Gratis justru lebih banyak dirasakan kelompok berpendapatan lebih tinggi. Hal ini terjadi karena pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi cenderung didominasi oleh pihak yang memiliki modal besar.

Sementara itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah lebih banyak berperan sebagai pemasok bahan baku. Mereka mendapatkan manfaat dari sisi peningkatan permintaan, namun tidak terlibat langsung dalam pengelolaan dapur atau distribusi.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan UMKM tetap penting dalam mendukung keberhasilan program. Namun pemerintah perlu merancang skema yang lebih inklusif. Misalnya dengan memberikan peluang bagi UMKM untuk mengelola dapur, menyediakan pelatihan, serta mendorong kemitraan yang adil antara pengelola program dan pelaku usaha lokal.

Dengan skema yang lebih inklusif, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Jika ketahanan pangan dan energi diperkuat serta tata kelola program diperbaiki, maka Program Makan Bergizi Gratis dapat tetap berjalan meskipun berada di tengah tekanan krisis global,” tandasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Mensesneg Ungkap Anggaran...
Mensesneg Ungkap Anggaran MBG Berpotensi Turun usai Validasi Data
Evaluasi Program MBG,...
Evaluasi Program MBG, BGN Cek Ulang Validitas 63 Juta Penerima Manfaat-Insentif SPPG
Prabowo: Untuk Apa Merdeka...
Prabowo: Untuk Apa Merdeka Kalau Tidak Memberi Makan
Pimpin Panen Raya di...
Pimpin Panen Raya di Malang, Prabowo: Bukti TNI Hadir Perkuat Kemandirian Pangan
BGN Nunggak ke Pihak...
BGN Nunggak ke Pihak Ketiga Rp1,6 Triliun pada 2025, Ada untuk EO hingga Jasa Konsultan
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestlé Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
Sukseskan MBG, Aliansi...
Sukseskan MBG, Aliansi Asta Cita Merah Putih 08 Luncurkan Gerakan Minum Susu
Prabowo: Pemimpin Indonesia...
Prabowo: Pemimpin Indonesia Bukan Pemimpin yang Bodoh, Naif, ataupun Penakut
Rekomendasi
Tak Hanya Sehat, Olahraga...
Tak Hanya Sehat, Olahraga Calon Ayah Berpotensi Perbaiki DNA Anak
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Gavi Akhirnya Buka Mulut...
Gavi Akhirnya Buka Mulut setelah Dibanting Paredes di Final Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Pakar Hukum Didit Wijayanto...
Pakar Hukum Didit Wijayanto Sebut Dian Sandi Harusnya Terkena Pasal 32 UU ITE, Bukan Roy Suryo
Lantik 1.177 Perwira...
Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Prabowo: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat
Prabowo Lantik 1.177...
Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Anugerahkan Adhi Makayasa ke Lulusan Terbaik
Akademisi UI: Indonesia...
Akademisi UI: Indonesia Perlu Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber
Belum Genap 2 Bulan...
Belum Genap 2 Bulan Jabat Kepala BGN, Nanik Mundur untuk Pengobatan Jantung
Prabowo Setujui Nanik...
Prabowo Setujui Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved