Perang Timteng Menguji Resiliensi Ekonomi Indonesia

Rabu, 01 April 2026 - 10:40 WIB
loading...
Perang Timteng Menguji...
Muhammad Syarkawi Rauf, Dosen FEB Unhas/Ketua KPPU RI 2015 – 2018
A A A
Muhammad Syarkawi Rauf
Dosen FEB Unhas/Ketua KPPU RI 2015 – 2018

PERANG Timur Tengah (Timteng) antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel hingga memasuki minggu keempat belum ada tanda-tanda mereda. Intensitasnya bahkan semakin tinggi karena juga menyeret kelompok Houthi, Yaman yang dalam tiga hari terakhir mengumumkan keikutsertaannya membantu Iran dan mulai menembakkan rudal ke Israel.

Hingga saat ini, perang Timteng telah memutus rantai logistik sekitar 20 – 25 persen perdagangan minyak dan gas dunia. Penutupan selat Hormuz oleh Iran membuat harga minyak dunia untuk jenis crude oil West Texas Intermediate (WTI) menjadi 103,38 dolar AS per barel pada Senin, 30 Maret 2026 (Trading Economics, 2026).

Crude oil WTI naik sekitar 44,14 persen secara tahunan (year-on-year) dan 78,74 persen secara year-to-date (YTD), dibandingkan harga Desember 2025. Demikian juga dengan minyak brent menjadi 112,42 dolar AS per barel pada Senin, 30 Maret 2026, yaitu naik sekitar 43,91 persen secara y-o-y dan lebih 76,17 persen secara y-t-d.

Perang Timteng yang semakin panjang dan meluas akan membuat harga minyak dunia semakin tinggi mendekati harga tertinggi dalam lima tahun terakhir, yaitu 119,02 dolar AS per barel pada 6 Juni 2022.

Jika perang Timteng berlangsung hingga tiga bulan ke depan, Juni 2026 dan merusak infrastruktur minyak serta gas di teluk Persia, harga minyak dunia berpotensi berada pada kisaran 120 – 140 dolar AS per barel. Sehingga rata-rata harga minyak dunia dalam setahun mencapai sekitar 90 – 100 dolar AS per barel.

Kenaikan harga minyak dunia akibat terputusnya pasokan minyak dari Timteng yang melalui selat Hormuz akan secara langsung berdampak negatif pada perekonomian nasional dan beberapa negara Asia. Negara-negara Asia memiliki ketergantungan tinggi terhadap pasokan minyak dari teluk Persia melalui Selat Hormuz.

Tiga negara Asia dengan kinerja perekonomian terbaik tahun 2025, yaitu India, Indonesia dan China mengimpor minyak dari Timteng melalui selat Hormuz sekitar 46 persen untuk India, China 38 persen dan Indonesia sekitar 20 persen.

Negara Asia yang paling terdampak penutupan selat Hormuz adalah Pilipina dan Jepang yang mengimpor lebih dari 90 persen kebutuhan minyaknya dari Timteng. Kemudian Korea mengimpor lebih 60 persen minyak melalui Selat Hormuz.

Kecenderungan tersebut di atas berdampak sangat serius terhadap harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri. Secara khusus, harga BBM non subsidi untuk sektor industri dan kelompok masyarakat berpendapatan menengah atas.

Kenaikan harga BBM akan berdampak langsung terhadap kenaikan inflasi akibat membengkaknya biaya BBM dan sekaligus biaya logistik untuk industri. Kenaikan biaya BBM dan logistik akan dikompensasi dalam bentuk kenaikan harga barang dan jasa di tingkat konsumen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
Rekomendasi
Rakernas XVIII APEKSI...
Rakernas XVIII APEKSI Hasilkan 10 Rekomendasi untuk Perkuat Pembangunan Perkotaan
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 1,06% ke Level 5.806
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
Berita Terkini
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti
Uang Ratusan Juta Disita...
Uang Ratusan Juta Disita KPK dari OTT Bupati Langkat Syah Afandin
Syah Afandin Dinonaktifkan...
Syah Afandin Dinonaktifkan dari Ketua DPW PAN Sumut usai Kena OTT KPK
OTT KPK di Sumut, 7...
OTT KPK di Sumut, 7 Orang Ditangkap Termasuk Bupati Langkat
DPR Soroti Penggunaan...
DPR Soroti Penggunaan Helikopter KPU, Harap Bisa Dapat Sanksi Tegas
Ubedilah Badrun: Kritik...
Ubedilah Badrun: Kritik Rocky Gerung pada Tiyo Ardianto Itu Keliru
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved