Korea Selatan dan Indonesia: Mitra Strategis Khusus untuk Masa Depan Berkelanjutan
Senin, 30 Maret 2026 - 10:38 WIB
loading...
A
A
A
Pertama, Korsel perlu melanjutkan, meningkatkan skala, dan merancang proyek bantuan luar negeri yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan Indonesia saat ini maupun di masa depan. Pada saat yang sama, kedua negara dapat menjajaki proyek baru di bidang kecerdasan buatan dan budaya, yang menjadi sektor prioritas baru dalam strategi ODA Korea periode 2026–2030.
Kedua, kedua negara perlu membahas proyek kerja sama trilateral untuk mengatasi tantangan regional dan global. Korsel dan Indonesia sama-sama memiliki kepentingan untuk memperkuat peran sebagai donor serta berkomitmen memperluas kerja sama trilateral. Kementerian luar negeri kedua negara bahkan telah menandatangani nota kesepahaman mengenai kerja sama trilateral pada tahun 2021.
Pada tingkat proyek, Korea International Cooperation Agency (KOICA) telah melaksanakan dua proyek kerja sama trilateral bersama Indonesia di bidang administrasi publik dan energi terbarukan untuk Timor-Leste. Dengan memanfaatkan mekanisme kelembagaan dan pengalaman tersebut, kerja sama trilateral Korsel–Indonesia dapat mempercepat pencapaian SDGs pada tahun 2030.
Terakhir, Korsel dan Indonesia perlu memperkuat kerja sama untuk mendorong agenda pembangunan di forum mini-lateral maupun multilateral yang sama-sama mereka ikuti. Kedua negara merupakan anggota penting G20 dan MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korsel, Türkiye, dan Australia).
Dengan Korsel yang akan memegang Presidensi G20 pada tahun 2028, kedua negara diharapkan dapat bersama-sama mendorong aksi nyata terhadap berbagai isu pembangunan melalui G20 dan Development Working Group (DWG). Melalui MIKTA, kedua negara juga dapat terus memimpin diskusi serta menemukan titik temu kerja sama dalam berbagai isu pembangunan.
Selain melalui PBB, Korea dan Indonesia juga perlu mencari bentuk kemitraan pembangunan baru di OECD, seiring harapan Indonesia untuk menjadi anggota organisasi tersebut pada tahun 2027.
Kedua, kedua negara perlu membahas proyek kerja sama trilateral untuk mengatasi tantangan regional dan global. Korsel dan Indonesia sama-sama memiliki kepentingan untuk memperkuat peran sebagai donor serta berkomitmen memperluas kerja sama trilateral. Kementerian luar negeri kedua negara bahkan telah menandatangani nota kesepahaman mengenai kerja sama trilateral pada tahun 2021.
Pada tingkat proyek, Korea International Cooperation Agency (KOICA) telah melaksanakan dua proyek kerja sama trilateral bersama Indonesia di bidang administrasi publik dan energi terbarukan untuk Timor-Leste. Dengan memanfaatkan mekanisme kelembagaan dan pengalaman tersebut, kerja sama trilateral Korsel–Indonesia dapat mempercepat pencapaian SDGs pada tahun 2030.
Terakhir, Korsel dan Indonesia perlu memperkuat kerja sama untuk mendorong agenda pembangunan di forum mini-lateral maupun multilateral yang sama-sama mereka ikuti. Kedua negara merupakan anggota penting G20 dan MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korsel, Türkiye, dan Australia).
Dengan Korsel yang akan memegang Presidensi G20 pada tahun 2028, kedua negara diharapkan dapat bersama-sama mendorong aksi nyata terhadap berbagai isu pembangunan melalui G20 dan Development Working Group (DWG). Melalui MIKTA, kedua negara juga dapat terus memimpin diskusi serta menemukan titik temu kerja sama dalam berbagai isu pembangunan.
Selain melalui PBB, Korea dan Indonesia juga perlu mencari bentuk kemitraan pembangunan baru di OECD, seiring harapan Indonesia untuk menjadi anggota organisasi tersebut pada tahun 2027.
(jon)
Lihat Juga :