Membaca Teror Dalam Lanskap Hukum, Kekuasaan, dan Ingatan

Jum'at, 27 Maret 2026 - 13:15 WIB
loading...
A A A
Dalam praktik penegakan hukum, persoalan mendasar sering kali terletak pada reduksi makna luka berat yang dibatasi secara sempit pada indikator medis. Padahal, perkembangan doktrin hukum pidana menegaskan bahwa luka berat mencakup kerusakan permanen terhadap integritas tubuh, fungsi sosial, serta kualitas hidup korban.

Oleh karena itu, penyiraman air keras harus dibaca sebagai bentuk kekerasan ekstrem yang menyerang martabat manusia secara menyeluruh. Pembacaan yang sempit bukan hanya kesalahan teknis, tetapi juga kegagalan epistemik dalam memahami penderitaan korban.

Dalam perspektif hukum internasional, pendekatan demikian sejalan dengan prinsip due diligence yang menuntut negara untuk secara aktif mencegah, menyelidiki, dan menghukum pelaku kekerasan, sebagaimana ditegaskan dalam putusan Inter-American Court of Human Rights dalam perkara Velásquez Rodríguez v. Honduras. Prinsip ini menempatkan tanggung jawab tidak hanya pada tindakan langsung, tetapi juga pada kelalaian negara dalam menjamin perlindungan efektif bagi warga negaranya.

Kedalaman persoalan ini menemukan artikulasinya dalam konsep necropolitics yang dikembangkan oleh Achille Mbembe dalam karyanya Necropolitics. Kekuasaan dalam kerangka ini bekerja dengan menentukan siapa yang dapat hidup secara utuh dan siapa yang dibiarkan hidup dalam kondisi rusak dan terdegradasi.

Ketika negara gagal menerapkan norma hukum secara maksimal, atau membiarkan kekerasan tidak terselesaikan, maka ia secara tidak langsung berpartisipasi dalam logika necropolitical—membiarkan tubuh korban menjadi ruang penderitaan yang berkepanjangan.

Friedrich Nietzsche dalam On the Genealogy of Morality melalui gagasan mnemoteknik memperlihatkan bahwa rasa sakit merupakan medium untuk menanamkan ingatan kolektif.

Dalam konteks ini, penyiraman air keras dapat dipahami sebagai bentuk pesan kekuasaan yang ditanamkan pada tubuh korban. Apabila hukum gagal merespons secara tegas, maka ingatan kolektif yang terbentuk bukanlah tentang keadilan, melainkan tentang ketakutan dan impunitas.

Antonio Gramsci dalam Selections from the Prison Notebooks menjelaskan bahwa kekuasaan tidak hanya bekerja melalui kekerasan, tetapi juga melalui hegemoni—yakni pembentukan kesadaran yang membuat dominasi tampak wajar. Ketika kekerasan terhadap aktivis tidak diposisikan sebagai ancaman serius, atau ketika penggunaan pasal hukum yang lemah tidak dikritisi, maka hegemoni bekerja secara efektif dalam menormalkan ketidakadilan.

Noam Chomsky bersama Edward S. Herman dalam Manufacturing Consent: The Political Economy of the Mass Media menunjukkan bagaimana narasi publik dapat dibentuk untuk menerima realitas yang sebenarnya problematik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Kontras Desak Polisi...
Kontras Desak Polisi Periksa Mantan Kabais dan 2 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Pemerintah Hormati Putusan...
Pemerintah Hormati Putusan Kasus Andrie Yunus, Yusril: Wujud Independensi Peradilan
Hakim Perintahkan Barang...
Hakim Perintahkan Barang Bukti Tumbler hingga Video CCTV Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dimusnahkan
Oditur Militer: Jika...
Oditur Militer: Jika Kita Bisa Lihat Andrie Yunus, Tuntutan Bisa Lebih Tinggi
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Polda Metro Jaya Tak...
Polda Metro Jaya Tak Bawa Seluruh Bukti di Sidang Praperadilan, TAUD: Hambat Penegakan Hukum
TAUD Sesalkan Jawaban...
TAUD Sesalkan Jawaban Polda Metro Jaya Atas Praperadilan Andrie Yunus
Rekomendasi
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Berita Terkini
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Dari Ploso, Gus Mashum...
Dari Ploso, Gus Mashum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved