Menyatukan Karakter dan Prestasi

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:25 WIB
loading...
A A A
Dalam literatur pendidikan, perbedaan ini juga diakui. Lawrence Kohlberg, misalnya, menekankan bahwa perkembangan moral merupakan proses bertahap yang berkaitan dengan kemampuan seseorang menilai benar dan salah. Sementara itu, teori prestasi belajar lebih banyak berkaitan dengan motivasi, kemampuan kognitif, kesempatan belajar, dan dukungan lingkungan. Artinya, perkembangan karakter dan pencapaian prestasi memiliki jalur perkembangan yang berbeda.

Hal lain yaitu apabila ditelaah lebih jauh, karakter dan prestasi dibangun melalui paradigma pembinaan yang tidak sama. Pembinaan karakter bertumpu pada pembentukan nilai dan kebiasaan jangka panjang. Prosesnya bersifat kultural dan kontekstual, berlangsung melalui keteladanan, pengalaman sosial, serta internalisasi nilai dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, pembinaan prestasi lebih banyak menggunakan pendekatan kompetisi dan pengembangan talenta. Sistemnya menuntut seleksi, pembinaan intensif, serta pengukuran capaian yang jelas.

Dalam teori pendidikan karakter yang dikembangkan Thomas Lickona, pendidikan karakter mencakup tiga komponen utama, yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action. Ketiganya membutuhkan proses pembelajaran yang berkesinambungan dalam lingkungan sekolah dan masyarakat. Sementara itu, dalam teori psikologi prestasi, David McClelland menjelaskan bahwa pencapaian prestasi sangat dipengaruhi oleh need for achievement. Artinya bahwa prestasi dicapai akibat adanya dorongan individu untuk mencapai standar keberhasilan tertentu.Perbedaan paradigma ini menunjukkan bahwa karakter dan prestasi tidak selalu berada dalam satu jalur kebijakan yang sama.

Sinergi Tanpa Harus Melebur
Penjelasan sederhana terkait relasi antara karakter dan prestasi, mengindikasikan bahwa tampaknya pendekatan yang lebih tepat adalah memperkuat sinergi kebijakan tanpa harus meleburkan ke dalam fungsi tertentu. Apabila ini disepakati maka ada beberapa alternatif yang dapat dipertimbangkan.

Pertama, mempertahankan pengembangan karakter dan prestasi dengan memisahkan mandat jelas bagi yang diberikan tanggung jawab. Yang harus dipertimbangkan adalah bagaimana membangun mekanisme koordinasi yang lebih kuat.

Kedua, program dirancang secara eksplisit dengan mengintegrasikan dimensi karakter dalam pembinaan prestasi. Misalnya, dalam pembinaan atlet muda, peserta tidak hanya dilatih kemampuan teknis tetapi juga nilai sportivitas, disiplin, dan integritas.

Ketiga, memperkuat indikator keberhasilan yang berbeda. Keberhasilan pembinaan karakter tidak semata-mata diukur melalui kemenangan kompetisi. Sedangkan keberhasilan pembinaan prestasi tidak harus selalu dijadikan indikator keberhasilan pendidikan karakter.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terbitkan SE Pengendalian...
Terbitkan SE Pengendalian Gratifikasi SPMB, KPK Soroti Calon Siswa Titipan
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ini Penjelasan Ditjen Pemasyarakatan
Ekonomi Digital dan...
Ekonomi Digital dan Pendidikan: Peluang Besar atau Ancaman Baru?
Pendidikan di Antara...
Pendidikan di Antara Keinginan Pasar dan Janji Kesejahteraan
Pungutan Perpisahan...
Pungutan Perpisahan Dinilai Bebani Orang Tua, Legislator Perindo Minta Disdik Kota Medan Bertindak
Kiamat Pemahaman Identik...
Kiamat Pemahaman Identik dengan Centrang Biru?
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Rekomendasi
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Berita Terkini
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved