Menyatukan Karakter dan Prestasi

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:25 WIB
loading...
Menyatukan Karakter...
Hendarman - Ketua Dewan Pakar JFAK INAKI/Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Bogor. Foto: Dok Pribadi
A A A
HENDARMAN
Ketua Dewan Pakar JFAK INAKI (Ikatan Nasional Analis Kebijakan)/Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Bogor

Apakah benar apabila ada sebuah pernyataan bahwa seseorang tidak akan berprestasi apabila tidak memiliki karakter? Pernyataan ini didasarkan atas asumsi bahwa karakter dan prestasi dipandang sebagai dua hal yang saling melengkapi dan tidak mungkin dibiarkan tumbuhkembang secara parsial atau sendiri-sendiri.

Secara sekilas pemikiran ini tampak logis. Logis karena adanya anggapan bahwa karakter dianggap sebagai fondasi, sementara prestasi merupakan hasil akhir dari proses pendidikan. Dengan demikian, menyatukan proses tumbuhkembang kedua hal tersebut dinilai dapat menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam pembinaan generasi muda.

Namun demikian, dari perspektif kebijakan publik dan teori pendidikan, gagasan tersebut justru perlu dikaji secara lebih hati-hati. Karakter dan prestasi memang sama-sama penting dalam pembangunan sumber daya manusia, tetapi keduanya tidak selalu memiliki hubungan yang linear atau otomatis. Menyatukan dua fungsi yang memiliki pendekatan, instrumen, dan orientasi berbeda justru berpotensi menimbulkan masalah baru dalam tata kelola pendidikan.

Penyederhanaan Relasi

Menyatukan karakter dan prestasi ditengarai akan memunculkan perbedaan pandangan yaitu bahwa karakter dan prestasi sesungguhnya merupakan dua hal yang secara alami berjalan paralel. Dalam praktiknya, asumsi ini mungkin saja tidak selalu benar. Mengapa? Yang dipahami secara normatif selama ini, karakter berkaitan dengan nilai-nilai moral, integritas, tanggung jawab, empati, serta orientasi etis seseorang dalam kehidupan sosial. Sementara itu, prestasi lebih berkaitan dengan pencapaian dalam bidang tertentu baik akademik, olahraga, seni, maupun inovasi.

Berbagai fakta menunjukkan bahwa seseorang dapat memiliki prestasi tinggi tanpa selalu menunjukkan karakter yang baik. Sebaliknya, seseorang dapat memiliki karakter kuat namun tidak selalu mencapai prestasi yang menonjol dalam sistem kompetisi formal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terbitkan SE Pengendalian...
Terbitkan SE Pengendalian Gratifikasi SPMB, KPK Soroti Calon Siswa Titipan
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ini Penjelasan Ditjen Pemasyarakatan
Ekonomi Digital dan...
Ekonomi Digital dan Pendidikan: Peluang Besar atau Ancaman Baru?
Pendidikan di Antara...
Pendidikan di Antara Keinginan Pasar dan Janji Kesejahteraan
Pungutan Perpisahan...
Pungutan Perpisahan Dinilai Bebani Orang Tua, Legislator Perindo Minta Disdik Kota Medan Bertindak
Kiamat Pemahaman Identik...
Kiamat Pemahaman Identik dengan Centrang Biru?
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Rekomendasi
Momen Menarik Presiden...
Momen Menarik Presiden FIFA Masuk Kamar Ganti Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Perluas Jaringan di...
Perluas Jaringan di 30 Titik Indonesia, Nia Nature Sediakan Suplemen Herbal Berstandar BPOM
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Berita Terkini
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved