Menyatukan Karakter dan Prestasi

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:25 WIB
loading...
A A A
Pendekatan dengan menggunakan ketiga alternatif tersebut tampaknya lebih realistis karena mengakui kompleksitas perkembangan manusia.

Keseimbangan dalam Desain Kebijakan
Dalam perspektif kebijakan publik, perubahan seharusnya dilakukan apabila terdapat bukti kuat bahwa penggabungan akan meningkatkan efektivitas. Tanpa dasar konseptual yang jelas, penggabungan justru dapat menimbulkan disfungsi baru. Paling tidak ada tiga rekomendasi yang dapat dipertimbangkan.

Pertama, perlu dilakukan kajian akademik yang lebih mendalam mengenai hubungan antara pendidikan karakter dan pembinaan prestasi. Kajian ini penting agar kebijakan yang diambil memiliki dasar teoritis yang kuat.

Kedua, penguatan karakter sebaiknya tetap diposisikan sebagai gerakan kultural dalam pendidikan. Ini artinya bukan semata-mata dimaknai sebagai instrumen untuk mencapai prestasi kompetitif.

Ketiga, pembinaan prestasi perlu terus dikembangkan sebagai strategi untuk mengidentifikasi dan mengembangkan talenta anak bangsa secara sistematis.

Dengan kata lain, karakter dan prestasi sebaiknya dipahami sebagai dua pilar penting dalam pendidikan nasional. Kedua pilar ini dipersyaratkan untuk saling melengkapi, tetapi tidak harus dipaksakan berada dalam satu struktur.

Menarik untuk diingat bahwa pendidikan yang baik bukan hanya menghasilkan individu berprestasi, tetapi juga manusia yang memiliki integritas dan tanggung jawab sosial. Tantangannya adalah bagaimana merancang kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara keduanya.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Bangun Ekosistem...
Pemerintah Bangun Ekosistem Pendidikan Berkualitas lewat Revitalisasi Sekolah
MPLS Ramah dan Gernas...
MPLS Ramah dan Gernas Rana: Memulai Pendidikan dengan Rasa Aman, Bukan Rasa Takut
Tindak Lanjut Perpres...
Tindak Lanjut Perpres 111/2025, Kemenag Siapkan Materi Pendidikan Cegah Penyebaran LGBTQ
Sekolah Garuda, Asa...
Sekolah Garuda, Asa bagi Anak Cerdas Kurang Mampu Raih Masa Depan
Sambut Harlah ke-28,...
Sambut Harlah ke-28, PKB Fasilitasi Beasiswa Jejak Nusantara untuk Siswa Arus Kualan
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Cetak Generasi Berkarakter,...
Cetak Generasi Berkarakter, PHG Dirikan Sekolah Dian Harapan di Bandung
Aturan Seragam Sekolah...
Aturan Seragam Sekolah 2026: Panduan Lengkap SD, SMP, hingga SMA/SMK
Rekomendasi
JJ All Star 2026 Jadi...
JJ All Star 2026 Jadi Awal Kebangkitan Equestrian Nasional
Pakai Mobil Listrik...
Pakai Mobil Listrik di Jakarta Bisa Dapat Insentif PKB 0%, Ini Ketentuannya
DJP Libatkan Babinsa...
DJP Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Kepatuhan Pajak, Ini Skemanya
Berita Terkini
Prabowo: 110 Masalah...
Prabowo: 110 Masalah Tuntas dalam 18 Bulan, Bukan Prestasi Kecil
3 Mobil Noel Ebenezer...
3 Mobil Noel Ebenezer Dikembalikan KPK, Keluarga: Bukti Dibeli Pakai Uang Sah
Duit Ratusan Juta Disita...
Duit Ratusan Juta Disita KPK dalam OTT Bupati Lombok Barat
Harlah PKB, Gus Muhaimin...
Harlah PKB, Gus Muhaimin Tekankan Arah Pembangunan Prabowo
Polisi Ungkap Dugaan...
Polisi Ungkap Dugaan Korupsi Proyek Pengadaan Batu Bara, 3 Orang Jadi Tersangka
Polri Beberkan 4 Modus...
Polri Beberkan 4 Modus Penyimpangan dalam Korupsi Pembiayaan Batu Bara, Kerugian Negara Capai Rp38,9 Miliar
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved