Pengamat Sebut Rudal Iran Manfaatkan Teknologi Nuklir Modern
Jum'at, 13 Maret 2026 - 21:26 WIB
loading...
A
A
A
"Perkembangan teknologi nuklir saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada pendekatan lama. Dalam dunia nuklir modern, terdapat dua mahzab atau aliran teknologi utama yang menjadi dasar pengembangan energi maupun persenjataan nuklir," katanya.
Baca juga: Bikin Israel Ketakutan, Seberapa Kuat Sebenarnya Rudal-rudal Iran? Ini Analisisnya
Pertama adalah mahzab Uranium, yang dapat disebut sebagai teknologi nuklir generasi lama. Uranium telah digunakan sejak awal era nuklir dan menjadi fondasi bagi banyak reaktor serta persenjataan nuklir yang dikembangkan oleh negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat.
Kedua adalah mahzab thorium yang dianggap sebagai pendekatan teknologi nuklir yang lebih modern. Thorium memiliki potensi energi yang jauh lebih besar dibandingkan uranium. Secara teoritis, satu kilogram thorium dapat menghasilkan energi yang setara dengan sekitar dua ratus kilogram uranium.
"Perbandingan ini menjadikan thorium sebagai bahan yang sangat menarik dalam pengembangan teknologi nuklir generasi baru," ucapnya.
Perbedaan antara kedua mahzab ini sangat memengaruhi arah modernisasi teknologi nuklir di dunia. Amerika Serikat diketahui masih banyak menggunakan uranium, salah satunya karena negara tersebut memiliki cadangan uranium yang sangat besar. Sebaliknya, Rusia mulai mengeksplorasi penggunaan thorium dalam berbagai aplikasi teknologi nuklir yang lebih maju.
Baca juga: Bikin Israel Ketakutan, Seberapa Kuat Sebenarnya Rudal-rudal Iran? Ini Analisisnya
Pertama adalah mahzab Uranium, yang dapat disebut sebagai teknologi nuklir generasi lama. Uranium telah digunakan sejak awal era nuklir dan menjadi fondasi bagi banyak reaktor serta persenjataan nuklir yang dikembangkan oleh negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat.
Kedua adalah mahzab thorium yang dianggap sebagai pendekatan teknologi nuklir yang lebih modern. Thorium memiliki potensi energi yang jauh lebih besar dibandingkan uranium. Secara teoritis, satu kilogram thorium dapat menghasilkan energi yang setara dengan sekitar dua ratus kilogram uranium.
"Perbandingan ini menjadikan thorium sebagai bahan yang sangat menarik dalam pengembangan teknologi nuklir generasi baru," ucapnya.
Perbedaan antara kedua mahzab ini sangat memengaruhi arah modernisasi teknologi nuklir di dunia. Amerika Serikat diketahui masih banyak menggunakan uranium, salah satunya karena negara tersebut memiliki cadangan uranium yang sangat besar. Sebaliknya, Rusia mulai mengeksplorasi penggunaan thorium dalam berbagai aplikasi teknologi nuklir yang lebih maju.
Lihat Juga :