Pengamat Sebut Rudal Iran Manfaatkan Teknologi Nuklir Modern
Jum'at, 13 Maret 2026 - 21:26 WIB
loading...
A
A
A
Langkah Rusia tersebut kemudian diikuti oleh China, yang secara agresif mengembangkan teknologi nuklirnya, bahkan dalam beberapa aspek mengadaptasi atau meniru pendekatan teknologi Rusia. Dalam perkembangan selanjutnya, negara-negara seperti Iran dan Korea Utara juga diduga mengikuti arah pengembangan teknologi ini.
"Jika melihat performa beberapa rudal Iran yang dilaporkan memiliki kecepatan sangat tinggi—bahkan mencapai kecepatan hipersonik hingga sekitar Mach 10—maka muncul analisis bahwa salah satu faktor yang memungkinkan kemampuan tersebut adalah penggunaan teknologi nuklir berbasis thorium," paparnya.
Dalam skenario ini, kata dia, thorium tidak hanya berperan sebagai sumber energi, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bagian dari sistem bahan bakar atau teknologi hulu ledak.
Dengan potensi energi yang sangat besar, satu sistem persenjataan berbasis teknologi tersebut secara teoritis dapat memiliki kekuatan yang jauh melampaui sistem konvensional.
"Inilah yang memunculkan pandangan bahwa satu rudal modern berteknologi tinggi dapat memiliki efek strategis yang sangat besar dalam keseimbangan kekuatan militer global," katanya.
Perkembangan ini menunjukkan persaingan teknologi nuklir tidak hanya terjadi pada level energi sipil, tetapi juga dalam ranah militer dan pertahanan. Negara-negara yang mampu menguasai teknologi nuklir generasi baru berpotensi mengubah peta kekuatan strategis dunia dalam waktu yang relatif singkat.
"Jika melihat performa beberapa rudal Iran yang dilaporkan memiliki kecepatan sangat tinggi—bahkan mencapai kecepatan hipersonik hingga sekitar Mach 10—maka muncul analisis bahwa salah satu faktor yang memungkinkan kemampuan tersebut adalah penggunaan teknologi nuklir berbasis thorium," paparnya.
Dalam skenario ini, kata dia, thorium tidak hanya berperan sebagai sumber energi, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bagian dari sistem bahan bakar atau teknologi hulu ledak.
Dengan potensi energi yang sangat besar, satu sistem persenjataan berbasis teknologi tersebut secara teoritis dapat memiliki kekuatan yang jauh melampaui sistem konvensional.
"Inilah yang memunculkan pandangan bahwa satu rudal modern berteknologi tinggi dapat memiliki efek strategis yang sangat besar dalam keseimbangan kekuatan militer global," katanya.
Perkembangan ini menunjukkan persaingan teknologi nuklir tidak hanya terjadi pada level energi sipil, tetapi juga dalam ranah militer dan pertahanan. Negara-negara yang mampu menguasai teknologi nuklir generasi baru berpotensi mengubah peta kekuatan strategis dunia dalam waktu yang relatif singkat.
(shf)
Lihat Juga :