Santri dan Literasi Keuangan: Potensi Besar yang Belum Dioptimalkan

Jum'at, 13 Maret 2026 - 15:59 WIB
loading...
A A A
• Sabar dan berpikir jangka panjang. Tidak ada kekayaan instan yang halal dan berkelanjutan. Orang kaya memahami bahwa konsistensi yang dibangun bertahun-tahun menghasilkan buah yang tidak bisa dipetik dalam semalam.

• Disiplin dan pengendalian diri. Kemampuan menunda kepuasan adalah pembeda terkuat. Dalam Islam, ini berpadan dengan zuhud: bebas dari perbudakan nafsu material, bukan berarti menjauhi dunia.

• Berani mengambil risiko terukur. Orang kaya tidak takut gagal—mereka takut tidak pernah mencoba. Mereka menghitung risiko dengan cermat dan memutuskan dengan berani. Nabi SAW sendiri berdagang lintas negeri dengan segala risikonya.

• Terus belajar dan adaptif. Dunia ekonomi bergeser cepat—dari ladang ke pabrik, dari pabrik ke data digital. Santri yang terbiasa ngaji kitab sejatinya sudah melatih etos belajar ini; yang perlu ditambah adalah keterbukaan pada ilmu ekonomi dan investasi.

• Membangun jaringan yang bermakna. Silaturahmi bukan sekadar ibadah sosial—ia adalah modal jaringan yang dalam dunia bisnis modern terbukti menentukan kualitas peluang yang datang kepada seseorang.

• Dermawan dan berpola pikir kelimpahan. Mereka yang paling kaya justru paling mudah memberi. Bukan karena surplus, tapi karena mereka percaya—sebagaimana ajaran Islam—bahwa sedekah membuka pintu rezeki, bukan menyempitkannya.

• Memiliki misi yang lebih besar dari diri sendiri. Kekayaan yang bertahan lintas generasi selalu berakar pada visi. Dalam Islam, harta adalah amanah—bukan milik pribadi semata, melainkan titipan untuk kemaslahatan umat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendagri Minta Pemda...
Mendagri Minta Pemda Perkuat Pasokan dan Distribusi demi Jaga Inflasi Tetap Terkendali
Mendagri Minta Pemda...
Mendagri Minta Pemda Perkuat Pengendalian Inflasi agar Tetap di Bawah Target Pemerintah
Pancasila yang Kita...
Pancasila yang Kita Peringati, Pancasila yang Kita Khianati
Sulhu dan Islah: Sebuah...
Sulhu dan Islah: Sebuah Refleksi
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
4th ICOP Darunnajah...
4th ICOP Darunnajah Bersama Menteri ATR/BPN, Pesantren Siap Pimpin Optimalisasi Wakaf Nasional
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
Inflasi Jakarta Terjaga...
Inflasi Jakarta Terjaga pada Level 0,41%, Terendah di Pulau Jawa
Rekomendasi
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Lewat Buku, Saddam Permana...
Lewat Buku, Saddam Permana Bongkar Kisah Masa Lalunya
Berita Terkini
KPK Periksa Sekjen Kementerian...
KPK Periksa Sekjen Kementerian ATR/BPN dan Pejabat Kemenhut terkait Kasus Bupati Kuansing
Soal Jet Pribadi saat...
Soal Jet Pribadi saat Kunker, Menteri PU: Itu Pesawat Negara, Dioperasikan Kemenhub
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Pengacara Jokowi Yakin Sidang Tetap Lanjut
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved