Santri dan Literasi Keuangan: Potensi Besar yang Belum Dioptimalkan

Jum'at, 13 Maret 2026 - 15:59 WIB
loading...
A A A
Ketujuh karakter ini bukan bawaan lahir dan bukan monopoli golongan tertentu. Semuanya dapat dilatih—dan pesantren, dengan struktur disiplin dan tradisi nilainya yang mengakar, adalah salah satu tempat paling kondusif di dunia untuk melatihnya.

Rasulullah SAW: Pedagang Berkarakter Sepanjang Masa


Jauh sebelum teori manajemen keuangan modern lahir, Rasulullah SAW telah menghidupi ketujuh karakter di atas secara sempurna. Beliau memulai karier dagangnya bukan dengan modal besar, melainkan dengan modal kepercayaan—reputasi siddiq (jujur) dan amanah (dapat dipercaya) yang membuat Sayyidah Khadijah mempercayakannya mengelola perniagaan jauh ke Syam.

Beliau sangat menghindari israf (pemborosan), berani berdagang melampaui batas nyaman, dan di puncak kekayaannya justru menjadi manusia paling dermawan. Rasulullah bukan hanya pemimpin spiritual—beliau adalah teladan entrepreneur berkarakter yang relevan di setiap zaman.

Rezeki Lebaran sebagai Kelas Finansial Pertama


Kepulangan santri adalah momentum yang tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa makna. Orang tua dan pesantren dapat menjadikannya kelas finansial pertama yang nyata: ajak santri mengevaluasi rezeki Lebaran yang mereka terima dengan tiga pertanyaan sederhana—berapa yang akan ditabung atau diinvestasikan dalam emas syariah, berapa yang akan diamalkan sebagai sedekah, dan berapa yang boleh dinikmati untuk kesenangan sesaat. Kebiasaan menyisihkan minimal 20 persen untuk masa depan sebelum digunakan untuk konsumsi, bila dibangun sejak remaja, akan menjadi refleks keuangan yang tidak ternilai di masa dewasa.

Lebih dari itu, ajak diskusi ringan di meja makan: mengapa harga naik saat Lebaran? Apa bedanya utang produktif dan utang konsumtif? Bagaimana cara membedakan aset dan beban? Pertanyaan-pertanyaan sederhana ini, bila dibiasakan, jauh lebih efektif membentuk karakter finansial daripada seribu ceramah tentang pentingnya menabung.

Indonesia memiliki aset demografis yang belum dioptimalkan: jutaan santri dengan karakter disiplin, spiritualitas yang kuat, dan jaringan komunitas yang luas. Yang dibutuhkan tinggal satu langkah—menghubungkan nilai-nilai pesantren yang sudah mengakar dengan literasi ekonomi yang konkret dan terarah.

Karena pada akhirnya, kekayaan umat tidak akan datang dari kebijakan di atas kertas. Ia akan datang dari jutaan santri yang pulang dari pesantren bukan hanya dengan hafalan dan akhlak yang luhur, tetapi juga dengan karakter kaya yang siap mengubah potensi menjadi kenyataan— dan rezeki menjadi aset peradaban.

Penulis adalah Dosen Universitas Darunnajah, Pakar Manajemen Pembiayaan Pendidikan.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4th ICOP Darunnajah...
4th ICOP Darunnajah Bersama Menteri ATR/BPN, Pesantren Siap Pimpin Optimalisasi Wakaf Nasional
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Mengenal Gareth Morgan:...
Mengenal Gareth Morgan: di Balik Metafora Organisme Pesantren
Badan Hukum: Sistem...
Badan Hukum: Sistem Imun yang Sering Terlupakan
Tujuh Langkah Memperbaiki...
Tujuh Langkah Memperbaiki Keuangan Pesantren
Uswatun Hasanah: Kepemimpinan...
Uswatun Hasanah: Kepemimpinan Pendidikan yang memberi Makna
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Rekomendasi
Shakira Guncang Pembukaan...
Shakira Guncang Pembukaan Piala Dunia 2026, Azteca Bergemuruh
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
Berita Terkini
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved