Kontribusi Remitansi Pekerja Migran Indonesia dan Filipina terhadap Kesejahteraan Publik dan PDB

Jum'at, 13 Maret 2026 - 16:00 WIB
loading...
A A A
Peningkatan Kemampuan Bahasa Asing
Salah satu faktor utama perbedaan pendapatan pekerja migran Filipina dan Indonesia adalah kemampuan berbahasa asing. Banyak perawat Filipina yang bekerja di Timur Tengah lancar berbahasa Inggris dan Arab, sehingga dapat mengakses pekerjaan dengan gaji tinggi. Sebaliknya, meskipun kualitas pendidikan perawat Indonesia baik, keterbatasan bahasa mengurangi peluang mereka.

Fenomena ini terlihat saat ibadah haji atau umrah; di rumah sakit Arab Saudi, dari sepuluh perawat, sembilan berasal dari Filipina dan satu dari Indonesia. Sebaliknya, sepuluh pekerja rumah tangga, sembilan berasal dari Indonesia dan satu dari Filipina.

Permintaan tenaga kerja di Jepang dan Korea Selatan juga tinggi. Namun keterbatasan kemampuan bahasa Jepang dan Korea menjadi kendala signifikan. Skema Specified Skilled Worker (SSW) Jepang misalnya mensyaratkan kemampuan minimal JLPT N4, yang masih menjadi hambatan bagi banyak calon PMI.

Sejumlah studi menekankan pentingnya bahasa dan keterampilan. Menurut International Labour Organization (2021), “Pekerja migran dengan kemampuan bahasa yang baik memiliki peluang lebih besar untuk memasuki sektor formal dengan upah tinggi dan memperoleh perlindungan kerja yang lebih baik.”

World Bank (2023) menyatakan, “Keterampilan, termasuk bahasa asing, merupakan faktor utama yang menentukan akses ke pekerjaan berpendapatan tinggi dan perlindungan hukum bagi pekerja migran.” Lucas (2005) menekankan, “Investasi pada pendidikan dan keterampilan pekerja migran meningkatkan remitansi dan dampaknya terhadap pembangunan negara asal.”
Massey et al. (1993) menegaskan, “Kualitas sumber daya manusia, termasuk kemampuan bahasa, menentukan mobilitas tenaga kerja global dan nilai ekonominya.”

Sejalan dengan itu kita mengharapkan pemerintah memperkuat pelatihan bahasa asing, memberikan subsidi biaya, dan melonggarkan regulasi untuk akses pendidikan bahasa. Dengan demikian PMI Indonesia dapat mengakses sektor pekerjaan berkompetensi tinggi, sekaligus meningkatkan kontribusi remitansi terhadap ekonomi nasional.

Perbandingan migrasi Indonesia dan Filipina menunjukkan beberapa hal penting. Jumlah pekerja dan struktur pekerjaan memengaruhi besaran remitansi. Kualitas keterampilan dan kemampuan bahasa menjadi faktor kunci dalam mengakses sektor berupah tinggi. Kebijakan migrasi yang terintegrasi (Filipina) lebih berhasil memaksimalkan manfaat ekonomi migrasi.
Remitansi berdampak pada PDB dan kesejahteraan lokal, terutama pembangunan desa.

Dengan peningkatan keterampilan, pelatihan bahasa, dan kebijakan penempatan pekerja berkompetensi tinggi, Indonesia memiliki peluang meningkatkan nilai ekonomi migrasi dan kesejahteraan publik. Rumah permanen di desa, pendidikan anak, dan pengembangan usaha mikro hanyalah sebagian dari hasil kerja keras PMI yang dikirim ke tanah air melalui remitansi. Wallahu a‘lam bis-sawab.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
SOKSI dan P2MI Teken...
SOKSI dan P2MI Teken MoU Dorong Pekerja Migran Terampil
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Rekomendasi
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Berita Terkini
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved