Kontribusi Remitansi Pekerja Migran Indonesia dan Filipina terhadap Kesejahteraan Publik dan PDB

Jum'at, 13 Maret 2026 - 16:00 WIB
loading...
Kontribusi Remitansi...
Umar Jahidin, Wakil Ketua PP Jaringan Saudagar Muhammadiyah/Praktisi Migrasi Tenaga Kerja Indonesia. Foto/Dok. SindoNews
A A A
Umar Jahidin
Wakil Ketua PP Jaringan Saudagar Muhammadiyah, Praktisi Migrasi Tenaga Kerja Indonesia
Mantan Ketua Pokja Pemberdayaan TKI Majlis Ekonomi PP Muhammadiyah

MIGRASI tenaga kerja internasional telah menjadi fenomena ekonomi global yang semakin signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Bagi negara berkembang seperti Indonesia dan Filipina, pengiriman tenaga kerja ke luar negeri tidak hanya berfungsi sebagai strategi pengurangan pengangguran domestik, tetapi juga sebagai instrumen peningkatan devisa melalui remitansi. Seperti yang dicatat oleh Sulaiman et al. (2021) dalam Jurnal Migrasi Indonesia, “Remitansi pekerja migran memiliki dampak signifikan terhadap pengurangan kemiskinan dan mendukung pembangunan rumah layak huni di wilayah asal.”

Indonesia dan Filipina merupakan dua negara pengirim pekerja migran terbesar di Asia Tenggara. Meskipun karakteristik demografis relatif mirip, kedua negara menunjukkan perbedaan signifikan dalam jumlah pekerja migran, jenis pekerjaan yang digeluti, tingkat penghasilan, serta kontribusi remitansi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Filipina dikenal memiliki sistem migrasi tenaga kerja yang sangat terorganisasi. Sementara Indonesia masih dalam proses transformasi kebijakan untuk meningkatkan kualitas dan perlindungan pekerja migrannya.

Tulisan ini bertujuan membandingkan strategi migrasi tenaga kerja Indonesia dan Filipina, khususnya terkait jumlah pekerja migran, jenis pekerjaan, kebijakan migrasi nasional, serta dampak remitansi terhadap PDB dan kesejahteraan publik. Selain itu, tulisan ini juga menyoroti peran kemampuan bahasa asing sebagai faktor kunci dalam akses sektor pekerjaan berupah tinggi.

Jumlah dan Karakteristik Pekerja Migran
Filipina memiliki salah satu diaspora pekerja migran terbesar di dunia. Menurut laporan dari Bangko Sentral ng Pilipinas dan World Bank (2023), jumlah warga Filipina yang bekerja di luar negeri diperkirakan mencapai 10-11 juta orang. Setiap tahun, sekitar 1,8-2 juta pekerja migran Filipina atau Overseas Filipino Workers (OFW) bekerja di berbagai negara tujuan.

Sebaliknya, jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) diperkirakan berkisar antara 4-5 juta orang yang tersebar di Malaysia, Taiwan, Hong Kong, Singapura, Arab Saudi, dan Korea Selatan. Penempatan PMI dikelola oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dengan fokus utama pada perlindungan dan keberangkatan aman.

Perbedaan jumlah ini berdampak pada total remitansi yang dikirim ke negara asal. Namun, jumlah pekerja saja tidak cukup untuk menjelaskan kontribusi ekonomi migrasi. Seperti ditegaskan oleh Lucas (2005), “Nilai ekonomi migrasi tidak hanya tergantung pada jumlah pekerja, tetapi juga pada kualitas keterampilan dan struktur pekerjaan mereka di negara tujuan.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
SOKSI dan P2MI Teken...
SOKSI dan P2MI Teken MoU Dorong Pekerja Migran Terampil
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Rekomendasi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Euforia Suporter Memuncak,...
Euforia Suporter Memuncak, Meksiko Siap Rem Penjualan Alkohol
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved