Membumikan Pancasila lewat Dakwah Dai dan Ulama
Jum'at, 18 September 2020 - 11:05 WIB
loading...
Ideologi Pancasila sebagai dasar negara, falsafah atau pandangan hidup bangsa Indonesia yang digagas para pendiri bangsa, sudah final dan tidak perlu diperdebatkan lagi apalagi dipertentangkan dengan agama. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ideologi Pancasila sebagai dasar negara, falsafah atau pandangan hidup bangsa Indonesia yang digagas para pendiri bangsa, sudah final dan tidak perlu diperdebatkan lagi apalagi dipertentangkan dengan agama.
Oleh karena itu seorang dai atau ulama selain menyampaikan pesan Islam rahmatan lil alamin kepada umat, juga harus bisa menjadi agen dalam membumikan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan berwawasan kebangsaan saat menyampaikan dakwah ke umatnya.
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) Imam Addaruqutni mengatakan, di kalangan organisasi-organisasi massa (ormas), utamanya ormas Islam seperti Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah yang didalamnya ada para dai dan ulama, meskipun di antaranya bukan dari ormas, sangat tegas mengatakan Pancasila sebagai ideologi bangsa itu sudah selesai atau finish.
“Maksudnya sudah finish di sini, Pancasila sebagai ideologi bangsa ini sudah tidak perlu diperdebatkan lagi. Karena sudah selesai, jadi Muhammadiyah dan NU sejauh ini sudah tidak ingin lagi membahas ideologi Pancasila yang sudah selesai dan itu tinggal dijalankan saja dalam kehidupan berbangsa sehari-hari. Para dai dan ulama juga harus menyampaikan itu kepada umatnya saat berdakwah, agar tidak menjadi perdebatan lagi di publik,” tutur Imam Addaruqutni di Jakarta, Kamis 17 September 2020.
Imam mengakui hanya saja di kalangan masyarakat dan umat masih ada saja yang terus membicarakan dan memperdebatkan tentang hal tersebut. Hal tersebut terkadang dilakukan para politikus-politikus yang masih berbicara tentang itu padahal seharusnya tidak perlu dibicarakan lagi.
Oleh karena itu seorang dai atau ulama selain menyampaikan pesan Islam rahmatan lil alamin kepada umat, juga harus bisa menjadi agen dalam membumikan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan berwawasan kebangsaan saat menyampaikan dakwah ke umatnya.
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) Imam Addaruqutni mengatakan, di kalangan organisasi-organisasi massa (ormas), utamanya ormas Islam seperti Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah yang didalamnya ada para dai dan ulama, meskipun di antaranya bukan dari ormas, sangat tegas mengatakan Pancasila sebagai ideologi bangsa itu sudah selesai atau finish.
“Maksudnya sudah finish di sini, Pancasila sebagai ideologi bangsa ini sudah tidak perlu diperdebatkan lagi. Karena sudah selesai, jadi Muhammadiyah dan NU sejauh ini sudah tidak ingin lagi membahas ideologi Pancasila yang sudah selesai dan itu tinggal dijalankan saja dalam kehidupan berbangsa sehari-hari. Para dai dan ulama juga harus menyampaikan itu kepada umatnya saat berdakwah, agar tidak menjadi perdebatan lagi di publik,” tutur Imam Addaruqutni di Jakarta, Kamis 17 September 2020.
Imam mengakui hanya saja di kalangan masyarakat dan umat masih ada saja yang terus membicarakan dan memperdebatkan tentang hal tersebut. Hal tersebut terkadang dilakukan para politikus-politikus yang masih berbicara tentang itu padahal seharusnya tidak perlu dibicarakan lagi.
Lihat Juga :