Mengapa Iran menerapkan Strategi Perang Atrisi melawan Israel-AS?

Senin, 09 Maret 2026 - 17:17 WIB
loading...
A A A
Data menunjukkan bahwa AS telah menggelontorkan dana miliaran dolar untuk setiap putaran konflik, sementara Iran hanya membutuhkan sebagian kecil dari biaya itu untuk mempertahankan tekanan melalui proksi-proksinya. Dalam ekonomi perang, ini adalah defisit yang tidak berkelanjutan bagi pihak penyerang.

Iran mengajarkan kita bahwa kekuatan militer tidak selalu diukur dari canggihnya peralatan tempur, tetapi dari koherensi doktrin dan kesabaran strategis. Dengan mengubah medan perang menjadi perang proksi yang tersebar dan perang atrisi yang melelahkan, Iran telah berhasil menciptakan apa yang oleh para analis disebut sebagai “deterrence by punishment”, yaitumembuat biaya agresi menjadi jauh lebih tinggi daripada manfaatnya.

Meskipun demikian, ada juga alarm bahaya untuk Iran, yaitu dengan mengorbankan kedaulatan negara-negara Arab dan menyeret kawasan tersebut ke dalam konflik sektarian, Iran juga mempertaruhkan isolasi jangka panjang. Serangan terhadap fasilitas sipil di negara tetangga hanya akan mengukuhkan narasi bahwa Teheran lebih peduli pada ekspansi pengaruh daripada solidaritas kawasan. Dalam jangka panjang, ini bisa menjadi bumerang yang mengikis legitimasi moral perjuangan mereka di mata dunia Islam. Tapi, bagi Iran tampaknya hal tersebut bagian dari pertahanan dan pembelaan diri.

Amerika dan Israel mungkin memenangkan banyak pertempuran, tetapi belum memenangkan perang. Iran, hemat penulis, dengan doktrin atrisinya, sedang berusaha memenangkan perang kelelahan. Dan dalam perang seperti ini, pemenang sesungguhnya adalah mereka yang paling mampu bertahan, bukan mereka yang paling keras menggempur.

Menteri Pertahanan AS mungkin akan melaporkan ribuan target berhasil dihancurkan dan superioritas udara telah tercapai. Namun ketika debu pertempuran mereda, pertanyaan yang tersisa adalah siapa yang akan tertawa di akhir?

Pungkasannya, sejarah mengajarkan kita bahwa imperium besar tidak runtuh karena dikalahkan dalam satu pertempuran. Mereka runtuh karena perlahan-lahan kehabisan darah, terkuras habis oleh musuh-musuh kecil yang tak pernah lelah menggigit.

Iran mungkin tidak memiliki kekuatan untuk mengalahkan AS-Israel secara militer. Namun, mereka mungkin memiliki kesabaran untuk melihat kedua kekuatan itu saling menghancurkan diri sendiri dalam labirin konflik yang tak tampak jalan keluar.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Perang Berkepanjangan...
Perang Berkepanjangan AS Vs Iran, Indonesia Wajib Perkuat Ketahanan Nasional dan Diplomasi Strategis
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Rekomendasi
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
Microdrama Back to You...
Microdrama 'Back to You' Tayang di V+Short, Simak Sinopsis dan Pemerannya
Wali Kota Tangsel Paparkan...
Wali Kota Tangsel Paparkan Penanganan Kekeringan, Kebakaran, hingga PSEL
Berita Terkini
Kasus Korupsi MBG, Kejagung...
Kasus Korupsi MBG, Kejagung Buka Kemungkinan Periksa Nanik S Deyang
Penipuan Kursus Bahasa...
Penipuan Kursus Bahasa Arab dengan Bonus Umrah Dilaporkan ke Bareskrim, Korban Rugi Ratusan Juta
Apresiasi Kejagung Tegas...
Apresiasi Kejagung Tegas Panggil Eks Jampidsus, Sahroni: Bukti Kejaksaan Tidak Main-main!
Program Magang Nasional,...
Program Magang Nasional, Strategi Pemerintah Tekan Angka Pengangguran
Febrie Adriansyah Hadir...
Febrie Adriansyah Hadir Diperiksa Kejagung, Kehadirannya Tak Tertangkap Awak Media
Eksepsi/Perlawanan Dokter...
Eksepsi/Perlawanan Dokter Tifa Dikabulkan Hakim: Bagaimana Nasib Perkara Ijazah Jokowi?
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved