Mengapa Iran menerapkan Strategi Perang Atrisi melawan Israel-AS?

Senin, 09 Maret 2026 - 17:17 WIB
loading...
Mengapa Iran menerapkan...
Ridwan al-Makassary, Dosen di Fakultas Ilmu Sosial UIII/Direktur Center of Muslim Politics and World Society UIII. Foto/Dok. SindoNews
A A A
Ridwan al-Makassary
Dosen Jurusan Ilmu Politik Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII)
Direktur Center of Muslim Politics and World Society (COMPOSE) UIII

DI TENGAH kobaran api perang yang mengepul di langit Teheran hingga wilayah Teluk, terdapat sebuah ironi strategis yang monumental. Amerika Serikat dan Israel, dengan teknologi militer paling canggih di muka bumi, melancarkan pukulan “shock and awe” sebagai bagian dari "Operation Epic Fury" (di pihak AS) dan "Operation Lion's Roar"(di pihak Israel), yang menghancurkan.

Namun, pertanyaan yang mengusik mengapa lebih dari sepekan Iran masih bertahan, meskipun pemimpin tertingginya telah gugur? Tampaknya ini disebabkan Iran mempraktikkan strategi perang atrisi. Inilah yang menjadi topik yang akan diuraikan dalam tulisan ini.

Secara konseptual, strategi perang atrisi adalah strategi militer yang tidak bertujuan untuk mengalahkan lawan secara konvensional atau langsung menduduki wilayahnya. Sebaliknya, strategi ini dirancang untuk melemahkan lawan secara bertahap dengan cara menguras sumber daya, personel, dan kemauan politik mereka hingga titik kelelahan (exhaustion) sehingga tidak mampu melanjutkan pertempuran.

Pengalaman setengah tahun terakhir, sejak dari “Perang 12 Hari” Juni 2025 hingga gelombang serangan terbaru Februari 2026, telah membuktikan bahwa Iran tidak sedang bermain dalam aturan perang yang sama dengan lawan-lawannya. Iran telah menyempurnakan sebuah doktrin, selama empat dekade, yang tidak dirancang untuk memenangkan perang secara konvensional, tetapi untuk memastikan bahwa mereka tidak bisa dikalahkan.

Terdapat perbedaan fundamental di mana Amerika dan Israel berperang melawan negara, sementara Iran berperang melalui jaringan. Teheran menarik pelajaran pahit dari invasi AS ke Irak tahun 2003 dan kegagalan di Afghanistan, yaitu melawan kekuatan konvensional superior secara frontal adalah bunuh diri militer. Maka lahirlah apa yang kini disebut sebagai “Decentralised Mosaic Defense (DMD)”, sebuah struktur komando yang sengaja dipecah menjadi 31 provinsi otonom, masing-masing dengan wewenang meluncurkan serangan rudal tanpa menunggu perintah pusat.

Ketika deru pesawat tempur siluman F-35 menghujani Teheran dengan rudal, mereka hanya mengenai dan merobohkan gedung, bukan sistem. Bahkan, ketika Khamenei gugur, estafet komando tidak pernah terputus, malahan, ia justru terdispersi ke seluruh penjuru negeri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Rekomendasi
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved