Visi Besar dan Organisme Pesantren: Refleksi dari Bait Syair Abu Thayyib

Selasa, 03 Maret 2026 - 10:56 WIB
loading...
Visi Besar dan Organisme...
Dosen Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta Muhammad Irfanudin Kurniawan. Foto/UDN.
A A A
Muhammad Irfanudin Kurniawan, Dosen universitas Darunnajah (UDN) Jakarta

Malam itu, di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqofah Jakarta, suasana buka puasa bersama terasa hangat. Para santri, alumni, dan undangan duduk melingkar, menanti waktu berbuka. Di tengah kebersamaan itu, Prof. KH. Said Aqil Siradj, MA, tokoh yang tak asing di telinga kita, membacakan sebuah bait syair.

Suaranya tenang, tapi kata-katanya menggetarkan:

على قدر أهل العزم تأتى العـزائم
وتأتى على قـدر الكـرام المكارم
وتعظم فى عين الصغير صغارها
وتصغر فى عين العظيم العظائم

"Menurut kadar ahli cita-cita, cita-citanya akan didapati,
Menurut kadar orang mulia, kemuliaannya akan ditemui,
Hal yang kecil nampak besar di mata orang bercita-cita kecil,
Hal yang besar nampak kecil di mata orang bercita-cita besar."

Saya yang hadir di situ tiba-tiba tersentak. Dalam hati, saya bertanya: bukankah ini persis dengan apa yang selama ini saya tulis tentang organisme pesantren? Bahwa di balik setiap pesantren yang tumbuh besar, ada visi yang menjadi DNA-nya. Ada cita-cita yang menjadi energi penggeraknya.

Syair yang Hidup dalam Kitab Klasik


Bait syair yang dibacakan Prof. Said itu bukan sekadar untaian kata indah. Ia berasal dari kitab yang menjadi rujukan utama pesantren-pesantren di Nusantara: Ta'lim al-Muta'allim Thariq al-Ta'allum, karya Syekh al-Zarnuji. Kitab yang sejak abad ke-13 menjadi panduan para pencari ilmu dalam menata niat, adab, dan tentu saja, cita-cita.

Dalam syarahnya, Syekh Ibrahim bin Isma'il menjelaskan bahwa bait ini mengajarkan tentang relasi antara kapasitas batin seseorang dengan cara ia memandang realitas. Orang dengan cita-cita kecil akan melihat gunung kecil pun sebagai penghalang besar. Sebaliknya, orang dengan cita-cita besar mampu melihat gunung besar sebagai anak tangga.

Di sinilah letak kedalaman ajaran pesantren: mereka tidak hanya mengajarkan ilmu, tapi juga membentuk cara pandang. Dan cara pandang inilah yang kelak menentukan seberapa jauh seorang santri akan melangkah.

Visi sebagai DNA Organisme Pesantren

Dalam serial tulisan sebelumnya, saya mencoba membedah pesantren sebagai organisme hidup. Sidogiri dengan jaringan ekonominya, Termas sebagai bank gen keilmuan, Darunnajah sebagai organisme metropolitan, Gontor dengan nilai-nilai yang dirawat lintas generasi. Semua punya DNA, sistem imun, jaringan, dan kemampuan regenerasi.

Tapi ada satu elemen yang mungkin belum saya gali cukup dalam: visi atau cita-cita besar.

Visi inilah yang menentukan:

DNA seperti apa yang akan diwariskan

Sistem imun seperti apa yang akan dibangun untuk melindungi diri dari ancaman

Jaringan seperti apa yang akan dikembangkan

Regenerasi seperti apa yang akan disiapkan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
4th ICOP Darunnajah...
4th ICOP Darunnajah Bersama Menteri ATR/BPN, Pesantren Siap Pimpin Optimalisasi Wakaf Nasional
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Mengenal Gareth Morgan:...
Mengenal Gareth Morgan: di Balik Metafora Organisme Pesantren
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Rekomendasi
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved