Visi Besar dan Organisme Pesantren: Refleksi dari Bait Syair Abu Thayyib

Selasa, 03 Maret 2026 - 10:56 WIB
loading...
A A A
KH. Mahrus Amin di Darunnajah punya cita-cita besar: Gerakan Seribu Pesantren. Beliau tidak ingin Darunnajah hanya besar di Ulujami. Ia ingin tunas-tunasnya tersebar ke seluruh Nusantara. Kini, puluhan cabang telah berdiri.

KH. Nawawi Thoyib di Sidogiri punya cita-cita besar: membebaskan umat dari jerat rentenir. Dari situlah lahir BMT dengan 256 cabang dan aset Rp 1,2 triliun. Ekonomi pesantren menjadi perpanjangan dakwah, bukan tujuan.

Trimurti Gontor punya cita-cita besar: mencetak kader pemimpin umat. Dari tanah tandus di Ponorogo, lahirlah ribuan alumni yang tersebar di berbagai penjuru dunia, menjadi ulama, intelektual, negarawan.

Mereka semua adalah ahli al-'azm yaitu orang-orang bercita-cita besar. Dan seperti kata syair, 'ala qadri ahlil 'azmi ta'til 'azaim: pada kadar merekalah cita-cita itu terwujud.

Sistem Imun: Cara Pandang terhadap Tantangan

Bagian paling menarik dari syair Abu Thayyib adalah dua baris terakhir:

وتعظم فى عين الصغير صغارها
وتصغر فى عين العظيم العظائم

"Hal yang kecil nampak besar di mata orang bercita-cita kecil,
Hal yang besar nampak kecil di mata orang bercita-cita besar."

Ini adalah pelajaran tentang sistem imun dalam organisme pesantren.

Coba bayangkan: Ketika sebuah pesantren baru berdiri dengan 10 santri, apa yang dilihat oleh pengasuhnya?

Pengasuh dengan cita-cita kecil akan melihat 10 santri sebagai "cukup", sebagai "sudah lumayan". Ia akan berhenti di situ.

Pengasuh dengan cita-cita besar akan melihat 10 santri sebagai bibit. Ia akan bertanya: bagaimana tahun depan bisa 20, lalu 50, lalu 100?

Ketika ada kendala dana, pengasuh bercita-cita kecil akan melihatnya sebagai alasan untuk berhenti. Pengasuh bercita-cita besar akan melihatnya sebagai tantangan yang harus dicari solusinya.

Di sinilah cara pandang menjadi penentu. Dan cara pandang ini, dalam organisme pesantren, adalah bagian dari sistem imun. Ia melindungi pesantren dari penyakit bernama keputusasaan dan rasa cukup sebelum waktunya.

KH. Abdullah Syukri Zarkasyi sering mengulang-ulang: "Lambat terbabat, malas tergilas, berhenti mati, mundur hancur." Ini adalah cerminan dari cara pandang orang bercita-cita besar. Ia melihat bahwa berhenti berarti mati. Maka ia terus bergerak, terus maju, terus tumbuh.

Jaringan Cita-cita


Acara buka puasa bersama di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqofah itu bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah aktivasi jaringan. Ketika Prof. Said Aqil Siradj duduk bersama para santri, asatidz dan alumni, terjadi aliran energi dan gagasan. Cita-cita besar dipertemukan, direkatkan, lalu disebarkan kembali.

Dalam organisme pesantren, jaringan adalah sistem peredaran darah. Ia membawa nutrisi ke seluruh tubuh. Dan nutrisi terpenting yang dibawa adalah cita-cita.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
4th ICOP Darunnajah...
4th ICOP Darunnajah Bersama Menteri ATR/BPN, Pesantren Siap Pimpin Optimalisasi Wakaf Nasional
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Mengenal Gareth Morgan:...
Mengenal Gareth Morgan: di Balik Metafora Organisme Pesantren
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Rekomendasi
Messi, Mbappe, Haaland...
Messi, Mbappe, Haaland Gacor: Ronaldo Masih Layak Disebut Kandidat Peraih Sepatu Emas?
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Berita Terkini
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Mahasiswa UBK Desak...
Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved