Pengaruh Asing Dinilai Menguat, Komunitas Tionghoa Imbau Kedepankan Keindonesiaan

Senin, 02 Maret 2026 - 21:27 WIB
loading...
A A A
Imbauan bagi Tionghoa untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan yang memiliki kekhasan Indonesia sebagai bagian dari mengedepankan jati diri Tionghoa sebagai bangsa Indonesia bergaung sejak menit-menit awal acara di atas.

Adalah Septeven Huang, perwakilan IPTI yang melontarkan pandangan di atas, mewakili para pemimpin IPTI. Dalam kata sambutannya, pria alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia itu menyampaikan pentingnya masyarakat Tionghoa, khususnya generasi muda, membangun identitas berbingkai Indonesia baik identitas nasional maupun budaya sebagai upaya menghadapi berbagai arus budaya asing.

“Janganlah generasi muda Tionghoa larut dalam krisis identitas, lalu mencoba mengadopsi kebudayaan luar baik yang kebarat-baratan, yang berkarakteristik Korea, atau bahkan Tiongkok. Hindari menjiplak langsung kebudayaan Tiongkok tanpa memahami padanannya dalam kebudayaan Tionghoa yang berbingkai keindonesiaan,” tutur Septeven.

“Sebagai Tionghoa yang mencintai Indonesia, kami beranggapan bahwa kami Tionghoa, dan kami Indonesia,” sambungnya.

Dalam pandangan Thung Julan, apa yang disampaikan Septeven di atas merupakan wujud dari sebuah pilihan politik, karena berbangsa dan bernegara adalah sebuah keputusan politik.

Dalam pandangan sosiolog yang di tahun 1998 menamatkan studi doktoral di La Trobe University, Australia itu, identitas merupakan sebuah konsep yang kompleks, karena dia harus diletakkan dalam interaksi dengan orang lain. Lagi pula, identitas tidak pernah bersifat tunggal.

Menurut dia, identitas dalam interaksi terbentuk melalui berbagai tahapan, mulai dari interaksi awal, akulturasi hingga asimilasi, ketika kelompok-kelompok yang berbeda melupakan perbedaan mereka, dan melangsungkan pernikahan, menjalin persaudaraan, dan sebagainya.

Ketika proses di atas terjadi dalam sejarah Indonesia, muncullah kelompok peranakan. Meski demikian, pembahasan mengenai identitas ini menjadi semakin kompleks, karena arus kedatangan Tionghoa ke Indonesia tidaklah sama.

“Ada sekelompok Tionghoa yang telah hadir lebih awal, misalnya di daerah Banten, lalu mengadopsi agama Islam, dan berbaur dengan masyarakat setempat sehingga keberadaannya tak dapat ditelusuri kembali,” ungkap Julan.

Kompleksitas di atas memunculkan keberagaman di kalangan Tionghoa sendiri, namun keberagaman itu terkait erat dengan tindakan memilih.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demam Piala Dunia 2026:...
Demam Piala Dunia 2026: Ketika Indonesia Tetap Menjadi Juara di Tribun Dunia
Indonesia Segera Buka...
Indonesia Segera Buka KBRI di Belarus, Lukashenko Apresiasi Prabowo
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
KKB Papua Tembak Mati...
KKB Papua Tembak Mati Pilot Nicholas F Goselin lalu Salahkan AS dan Indonesia, Amerika Bungkam
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
Rekomendasi
Tokopedia Sangkal PHK...
Tokopedia Sangkal PHK Massal Karyawan, Klaim Penataan Tenaga Kerja
IHSG Berbalik Menguat...
IHSG Berbalik Menguat 0,69% ke 5.916 meski Sepi Transaksi
Demi Moral, Turki Tolak...
Demi Moral, Turki Tolak Berlabuh Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Berita Terkini
Lulusan Tak Cukup Pintar...
Lulusan Tak Cukup Pintar AI, IHBS Cetak Generasi Berakhlak Islam di Tengah Revolusi Teknologi
Boni Hargens: Transformasi...
Boni Hargens: Transformasi Polri Harus Dinilai Secara Komprehensif, Bukan dari Satu Indeks
Perlambatan Ekonomi...
Perlambatan Ekonomi Tekan Pendapatan, Agus Taufiq Perindo Desak Perluasan Lapangan Kerja
23 Prajurit Kopassus...
23 Prajurit Kopassus dan Kostrad Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Panglima TNI
Usai Putusan MK, Irman...
Usai Putusan MK, Irman Gusman: Saatnya Akhiri Debat Prosedural, Fokus pada Kualitas Demokrasi Daerah
Pertaruhan Tugas Bulog...
Pertaruhan Tugas Bulog saat Stok Beras Jumbo
Infografis
10 Negara Tetap Pakai...
10 Negara Tetap Pakai Iron Dome Meski Dinilai Kurang Efektif
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved