Demam Piala Dunia 2026: Ketika Indonesia Tetap Menjadi Juara di Tribun Dunia

Jum'at, 03 Juli 2026 - 21:47 WIB
loading...
Demam Piala Dunia 2026:...
Vicky Arief. Foto/Istimewa
A A A
Vicky Arief
Pemerhati Bola dan Produser Film Darah Biru Arema

EMPAT tahun menunggu. Empat tahun menabung emosi. Empat tahun mengumpulkan harapan. Empat tahun merayakan. Dan, ketika pesta sepak bola terbesar di dunia kembali digelar, Indonesia sekali lagi menunjukkan satu hal yang tidak pernah berubah: kecintaan terhadap sepak bola.

Menariknya, kemeriahan itu tetap membuncah meskipun Timnas Indonesia tidak ikut berlaga di putaran final. Garuda memang tak terbang di panggung dunia, tetapi jutaan rakyat Indonesia tetap merayakan turnamen ini layaknya tuan rumah yang sedang berpesta.

Rakyat Indonesia berbondong-bondong begadang demi menyaksikan tim dan pemain yang diidolakan. Maklum, pesta bal-balan terbesar di dunia itu digelar di AS, Meksiko dan Kanada yang memiliki beberapa zona waktu. Di wilayah AS sendiri terdapat zona waktu seperti Eastern (EST), Central (CST), Mountain (MST), dan Pacific (PST).

Banyak warung kopi maupun kafe menggelar nonton bareng hingga dini hari untuk beberapa laga tim-tim calon juara. Bahkan, Polsek hingga Polda turut membuka pintu selebar-lebarnya bagi warga yang ingin menyaksikan Piala Dunia 2026 bersama-sama.

Baca Juga: Sepak Bola dan Organisme Kepercayaan

Di Bali, khususnya di Desa Nyitdah, Tabanan punya tradisi unik dalam merayakan hajatan Piala Dunia. Warga sekitar Desa Nyitdah memasang bendera negara-negara peserta turnamen di sepanjang jalan. Usut punya usut, pemasangan bendera negara-negara Piala Dunia menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap perhelatan Euro maupun Piala Dunia sejak satu dekade silam.

Antusiasme tak berhenti sampai di situ. Di Maluku, sepak bola sering kali menjadi sesuatu yang lebih besar. Pasalnya, Maluku punya ruang nostalgia identitas budaya dengan Belanda.

Pemandangan masyarakat Maluku yang mengenakan jersei oranye saat tim nasional Belanda berlaga bukanlah fenomena baru. Bahkan, di sejumlah desa dan kota di Maluku, dukungan terhadap Belanda dalam turnamen besar dunia kerap terlihat begitu kuat. Bagi sebagian orang di luar Maluku, fenomena ini mungkin dianggap unik, bahkan membingungkan. Namun jika ditelusuri lebih jauh, dukungan tersebut memiliki akar sejarah, sosial, dan emosional yang panjang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sebelum Ditangkap KPK,...
Sebelum Ditangkap KPK, Bupati Lombok Barat Sempat Nobar Piala Dunia 2026
Perang Berkepanjangan...
Perang Berkepanjangan AS Vs Iran, Indonesia Wajib Perkuat Ketahanan Nasional dan Diplomasi Strategis
Momen Mendagri Nobar...
Momen Mendagri Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Warga Menteng Tenggulun
Ramalan Juni Indonesia...
Ramalan Juni Indonesia Kolaps, Prabowo: Ini Udah Juli!
Indonesia-Korea Bersinergi...
Indonesia-Korea Bersinergi Bangun Ekosistem Webtoon Global
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Suguhkan Persaingan Tim Sepak Bola Paling Bergengsi di Asia Tenggara
Piala AFF 2026, Juara...
Piala AFF 2026, Juara Bertahan Kenakan Patch Emas Khusus Mirip Argentina di Piala Dunia
Rekomendasi
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
Timnas Indonesia Kembali...
Timnas Indonesia Kembali ke Jakarta Besok Jelang Piala AFF 2026, Langsung Uji Coba Stadion Pakansari
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Berita Terkini
Aplikasi Baru Lindungi...
Aplikasi Baru Lindungi PMI, Siapkan Tombol Darurat hingga E-Wallet
Febrie Adriansyah Penuhi...
Febrie Adriansyah Penuhi Panggilan Panggilan Pemeriksaan Tim 9 Kejagung
Soal Biaya Lepas Status...
Soal Biaya Lepas Status WNI Rp5 Juta, Menkum Supratman: Kami Kaji Kembali
Sangkal Ada Tren Kenaikan...
Sangkal Ada Tren Kenaikan Lepas Kewarganegaraan, Menkum: Yang Ingin Jadi Warga Negara Lebih Banyak
Mendagri Tito Tegaskan...
Mendagri Tito Tegaskan Kualitas Pelayanan Publik Merupakan Kunci Negara Bisa Bertahan
Bila Mangkir Pemeriksaan,...
Bila Mangkir Pemeriksaan, Febrie Adriansyah Bisa Dijemput Paksa
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved