Konflik AS-Iran Berpotensi Meluas, ISI: Indonesia Harus Siap Hadapi Dampak Global

Minggu, 01 Maret 2026 - 21:24 WIB
loading...
Konflik AS-Iran Berpotensi...
Asap membubung di atas Teheran, Iran pada hari kedua serangan AS-Israel, Minggu (1/3/2026). FOTO/THE GUARDIAN
A A A
JAKARTA - Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi meluas hingga ke kawasan Indo-Pasifik apabila China memutuskan untuk terlibat secara lebih aktif. Keterlibatan China, baik dalam bentuk dukungan ekonomi, militer, maupun kehadiran angkatan laut di Teluk Persia, dapat menciptakan efek limpahan (spillover effect) yang berdampak langsung pada stabilitas kawasan Asia.

Co-Director Kerja sama dan Hubungan Eksternal Indo Pacific Strategic Intelligence (ISI), Aisha R. Kusumasomantri mengatakan, eskalasi lanjutan dari konflik AS-Iran dapat meningkatkan ketegangan di Laut China Selatan dan Selat Taiwan. Selain itu, gangguan terhadap jalur pelayaran strategis serta intensifikasi operasi siber dan intelijen yang menyasar infrastruktur kritis negara-negara kawasan, termasuk ASEAN, menjadi skenario yang patut diantisipasi.

Konflik AS-Iran, kata Aisha, merupakan gambaran nyata evolusi peperangan modern. Konflik ini mencerminkan karakteristik peperangan generasi kelima, di mana operasi informasi, perang kognitif, dan pemanfaatan teknologi disruptif, seperti sistem nirawak, kecerdasan buatan, dan senjata presisi tinggi, menjadi elemen utama.



"Dimensi non-kinetik semakin menentukan arah konflik, sekaligus membentuk preseden bagi arsitektur keamanan global di masa depan," kata Aisha dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026).

Menghadapi situasi tersebut, ISI berpandangan Indonesia perlu memperkuat kesiapan strategis tanpa terjebak dalam rivalitas kekuatan besar. Politik luar negeri bebas dan aktif tetap harus menjadi pijakan utama, dengan keterlibatan Indonesia di Timur Tengah difokuskan pada upaya perdamaian dan misi kemanusiaan.

Di sisi pertahanan, ISI merekomendasikan peningkatan kesiapsiagaan nasional melalui pengembangan strategi anti-decapitation, doktrin perang berlarut mandiri berbasis satuan kecil yang terfragmentasi, penguatan kapasitas anti-perang informasi, hingga penyempurnaan taktik evakuasi massa. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi dampak tidak langsung, mulai dari ancaman terhadap keamanan maritim, serangan siber, hingga tekanan terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Berkepanjangan...
Perang Berkepanjangan AS Vs Iran, Indonesia Wajib Perkuat Ketahanan Nasional dan Diplomasi Strategis
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Presiden Prabowo Diundang...
Presiden Prabowo Diundang ke Teheran oleh Pemerintah Iran
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Iran, Teokrasi Islam...
Iran, Teokrasi Islam dan Pelajaran bagi Dunia Islam
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Rekomendasi
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Prabowo Pamer Bank Emas...
Prabowo Pamer Bank Emas Indonesia Kelola 153 Ton Emas dalam Setahun
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Berita Terkini
3 Fakta yang Telah Diungkap...
3 Fakta yang Telah Diungkap KPK Terkait OTT Bupati Lombok Barat
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
TPPU Dinilai Bisa Jadi...
TPPU Dinilai Bisa Jadi Pintu Masuk Bongkar Kasus Eks Jampidsus
Mayjen TNI (Purn) Prihati...
Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Uji Disertasi Doktor Johan Akbari di Universitas Bhayangkara
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Prabowo Tegaskan Tak...
Prabowo Tegaskan Tak Bakal Tebang Pilih Terhadap Penyelewengan
Infografis
Serangan Tewaskan 40...
Serangan Tewaskan 40 Orang Hanya Permulaan, AS Siap Lawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved