Selat Hormuz Pasca Ali Khamenei dan Implikasinya ke Energi Migas Indonesia

Minggu, 01 Maret 2026 - 21:03 WIB
loading...
Selat Hormuz Pasca Ali...
Sampe L. Purba. Foto/Istimewa
A A A
Sampe L. Purba
Pemerhati Kebijakan Publik Strategis, Advisor Geostrategi Energi, Alumni Pendidikan Reguler Lemhannas RI

Pengantar


WAFATNYA Pemimpin Spiritual Iran, Ali Khamenei, menimbulkan pertanyaan besar bagi dunia. Dalam kevakuman kekuasaan yang mungkin terjadi, ada empat arah yang mungkin terjadi. Pertama, rezim Ayatollah seperti yang berjalan selama ini tetap berlanjut dengan sistem yang terkelola baik.

Kedua, militer mengambil alih kekuasaan dengan segala implikasi politik dan keamanan yang menyertainya. Ketiga, rezim justru kolaps, yang bisa berujung pada chaos atau keempat lahirnya pemerintahan dan tatanan baru yang lebih sesuai dengan kepentingan strategis Amerika Serikat dan Israel, terutama bila dikaitkan dengan serangan yang menewaskan pemimpin spiritual tersebut.

Selat Hormuz dalam Perspektif Geopolitik, Geostrategi, dan Geoekonomi
Selat Hormuz tidak bisa dilepaskan dari tiga dimensi yang saling terkait: geopolitik, geostrategi, dan geoekonomi.
- Geopolitik: hubungan geografis dengan politik dan keamanan.
- Geostrategi: pemanfaatan geografi untuk tujuan nasional.
- Geoekonomi: penggunaan kekuatan ekonomi sebagai instrumen strategis.
Selat Hormuz adalah salah satu chokepoint paling penting di dunia. Panjangnya 167 km, dengan titik tersempit hanya 33 km. Letaknya diapit Iran dan Oman, menjadikannya jalur internasional bebas hambatan menurut UNCLOS 1982.

Dimensi Geopolitik


Selat Hormuz adalah arena perebutan pengaruh geopolitik yang melibatkan kekuatan besar dunia. Amerika Serikat menempatkan pangkalan militer di Arab Saudi, Qatar, Oman, dan Uni Emirat Arab, serta memperkuat kehadiran melalui patroli NATO.

Kehadiran ini bukan sekadar melindungi jalur perdagangan energi, tetapi juga memastikan dominasi politik dan keamanan di kawasan Teluk. Iran, di sisi lain, memanfaatkan Yaman sebagai proxy strategis, menjadikannya pangkalan aju sekaligus penyeimbang terhadap kekuatan Barat. Konflik di Yaman, termasuk peran kelompok Houthi, mencerminkan pertarungan geopolitik yang lebih luas antara blok Barat dan Iran.

Rusia dan Tiongkok pun memiliki kepentingan besar. Rusia melihat kawasan ini sebagai peluang memperluas pengaruh militer dan diplomasi, sementara Tiongkok menempatkan Selat Hormuz sebagai titik vital dalam rantai pasok energi dan inisiatif Belt and Road. Rivalitas internal negara-negara Teluk—Arab Saudi, Oman, Qatar, dan Uni Emirat Arab—menambah kompleksitas geopolitik.

Arab Saudi berusaha menjaga stabilitas jalur ini demi kepentingan global, sementara Oman memainkan peran sebagai mediator diplomatik. Dengan demikian, setiap ketegangan politik di Iran, termasuk pasca wafatnya Ali Khamenei, berpotensi mengguncang keseimbangan geopolitik dan langsung memengaruhi stabilitas energi dunia.

Dimensi Geostrategi


Selat Hormuz adalah jalur vital energi global. Sekitar 22% pasokan minyak dunia—setara 21 juta barel per tahun—dan 20% perdagangan LNG internasional melewati selat ini. Stabilitas jalur ini menentukan keberlangsungan rantai pasok energi dunia, menjadikannya titik strategis yang tidak tergantikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Iran, Teokrasi Islam...
Iran, Teokrasi Islam dan Pelajaran bagi Dunia Islam
Gus Yahya: Delegasi...
Gus Yahya: Delegasi Indonesia ke Iran Sampaikan Belasungkawa dan Dorong Perdamaian
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Sugiono Bertemu Menlu...
Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Rekomendasi
Microdrama China Time...
Microdrama China Time Traveling Terbaru di V+Short, Prince's Rules Broken?! Wajib Masuk Watchlist
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Edukasi Pasar Modal untuk Mahasiswa Universitas Budi Luhur
FIFA Setujui Permintaan...
FIFA Setujui Permintaan Khusus Argentina Pakai Jersey Biru Tua Saat Lawan Inggris
Berita Terkini
Ketua KPK Akui Berkomunikasi...
Ketua KPK Akui Berkomunikasi dengan Jaksa Agung, Supervisi Kasus Febrie Adriansyah Mulai Berjalan
Aspri John Field Ungkap...
Aspri John Field Ungkap Dibekali Kartu Kredit untuk Entertain Pejabat Bea Cukai
Kejagung Lelang 90 Unit...
Kejagung Lelang 90 Unit Apartemen di Jaksel Milik Terpidana Benny Tjokro
Perkuat Kolaborasi,...
Perkuat Kolaborasi, Google Siap Dukung Revisi UU Hak Cipta
Gus Yaqut Segera Disidang...
Gus Yaqut Segera Disidang terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved