Status Baru, Tantangan Lama

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:45 WIB
loading...
Status Baru, Tantangan...
Faozan Amar, Associate Professor Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA. Foto/Istimewa
A A A
Faozan Amar
Associate Professor Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA

INDONESIA resmi mengukuhkan diri sebagai negara berpendapatan menengah atas (upper middle income country) menurut klasifikasi World Bank (2024). Secara nominal, Gross National Income (GNI) per kapita Indonesia telah melampaui ambang batas yang ditetapkan lembaga tersebut. Sebuah capaian yang layak diapresiasi. Namun dalam perspektif ekonomi pembangunan, status ini bukanlah garis finis, melainkan pintu masuk menuju tantangan yang jauh lebih kompleks: ancaman middle income trap.

Pertanyaannya; apakah kita siap melakukan transformasi struktural secara konsisten dan berkelanjutan. Laporan Indonesia Economic Prospects 2024 yang dirilis World Bank mengingatkan bahwa tanpa reformasi produktivitas dan penguatan daya saing, pertumbuhan Indonesia berisiko stagnan di kisaran 5 persen per tahun. Stabil, tetapi tidak cukup untuk melompat menjadi negara maju.

Terjebak di Angka Lima Persen


Selama satu dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif “anteng” di sekitar 5 persen. Data BPS (2025) menunjukkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11 persen. Angka ini memang mencerminkan ketahanan ekonomi domestik, tetapi dalam konteks kompetisi regional, ia belum memadai.

Sebagai perbandingan, Vietnam mencatatkan pertumbuhan 8,02 persen pada periode yang sama (General Statistics Office of Vietnam, 2025). Sementara Malaysia dan China tetap menunjukkan akselerasi produktivitas melalui industrialisasi berbasis ekspor dan inovasi teknologi.

Masalahnya bukan semata-mata pada laju pertumbuhan, melainkan pada kualitasnya. Produktivitas tenaga kerja Indonesia masih tertinggal. Data Asian Productivity Organization (2024) menunjukkan skor produktivitas Indonesia berada di bawah Malaysia dan Thailand. Ini ironis di tengah narasi bonus demografi yang terus digaungkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Ujian Kapasitas Negara,...
Ujian Kapasitas Negara, Bukan Sekadar Kasus Korupsi
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Melembagakan ‘Otot’...
Melembagakan ‘Otot’ Diplomasi Prabowo
Terancam Bangkrut? 27...
Terancam Bangkrut? 27 Negara Panik Amankan Dana Darurat Bank Dunia
Pidato Presiden Pertegas...
Pidato Presiden Pertegas Arsitektur Ekonomi dan Arah Ideologi Pembangunan
Dunia Siaga! Bank Dunia...
Dunia Siaga! Bank Dunia Peringatkan Guncangan Pasokan Energi Terparah dalam Sejarah Resmi Dimulai
Rekomendasi
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
Konflik Ruben Onsu dan...
Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Melebar, Produser Cherrybelle Ikut Buka Suara
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Berita Terkini
DPR Awasi Tata Kelola...
DPR Awasi Tata Kelola BGN Buntut Dadan Cs Terjerat Kasus Dugaan Korupsi
Semarang Menuju Pusat...
Semarang Menuju Pusat Investasi Hijau: Proyek Rp3 Triliun Walikota Agustina Kebanjiran Peminat
Breaking News: Noel...
Breaking News: Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Ini Respons Menteri Imipas Agus Andrianto
Kejagung: Proyek Motor...
Kejagung: Proyek Motor Listrik BGN Rp1 Triliun Jatuh ke Vendor yang Tak Penuhi Syarat
Dadan Hindayana Tersangka...
Dadan Hindayana Tersangka Dugaan Korupsi MBG, PDIP Minta Pengawasan Diperketat
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved