Gaungkan Deteksi Dini Aritmia, Cegah Stroke Lewat Gerakan MENARI
Jum'at, 13 Februari 2026 - 23:25 WIB
loading...
A
A
A
Ia mengingatkan, denyut yang tidak teratur, terlalu cepat, terlalu lambat, atau disertai keluhan seperti pusing, nyeri dada, sesak napas hingga pingsan harus segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan lanjutan seperti EKG diperlukan untuk memastikan diagnosis.
Sekretaris Bidang I PERITMI/InaHRS, Ardian Rizal menambahkan dalam dua dekade terakhir Indonesia termasuk wilayah dengan peningkatan prevalensi fibrilasi atrium yang signifikan di kawasan ASEAN. Faktor usia harapan hidup yang meningkat serta perubahan gaya hidup menjadi salah satu pemicu.
“Banyak kasus baru diketahui setelah terjadi stroke. Karena itu deteksi dini menjadi kunci memutus rantai risiko,” katanya.
Menurut dia, perkembangan teknologi wearable device turut membantu skrining awal melalui sensor fotopletismografi (PPG) dan EKG satu sadapan. Namun perangkat tersebut bukan alat diagnosis final dan tetap memerlukan konfirmasi medis.
Pulse Day 2026 diharapkan tidak hanya membangun kesadaran, tetapi juga mendorong masyarakat mengambil langkah konkret menjaga kesehatan jantung. Kebiasaan sederhana memeriksa nadi secara rutin dinilai dapat menjadi upaya preventif untuk menekan angka stroke dan menyelamatkan lebih banyak jiwa.
Sekretaris Bidang I PERITMI/InaHRS, Ardian Rizal menambahkan dalam dua dekade terakhir Indonesia termasuk wilayah dengan peningkatan prevalensi fibrilasi atrium yang signifikan di kawasan ASEAN. Faktor usia harapan hidup yang meningkat serta perubahan gaya hidup menjadi salah satu pemicu.
“Banyak kasus baru diketahui setelah terjadi stroke. Karena itu deteksi dini menjadi kunci memutus rantai risiko,” katanya.
Menurut dia, perkembangan teknologi wearable device turut membantu skrining awal melalui sensor fotopletismografi (PPG) dan EKG satu sadapan. Namun perangkat tersebut bukan alat diagnosis final dan tetap memerlukan konfirmasi medis.
Pulse Day 2026 diharapkan tidak hanya membangun kesadaran, tetapi juga mendorong masyarakat mengambil langkah konkret menjaga kesehatan jantung. Kebiasaan sederhana memeriksa nadi secara rutin dinilai dapat menjadi upaya preventif untuk menekan angka stroke dan menyelamatkan lebih banyak jiwa.
(rca)
Lihat Juga :