Gaungkan Deteksi Dini Aritmia, Cegah Stroke Lewat Gerakan MENARI
Jum'at, 13 Februari 2026 - 23:25 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, kampanye tahun ini menekankan pentingnya mengenali keteraturan denyut nadi sebagai langkah awal pencegahan. Salah satu jenis aritmia yang menjadi perhatian adalah Fibrilasi Atrium (Atrial Fibrillation/AF) yang diketahui meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat dan risiko kematian dua kali lipat.
Sekitar 50% kasus fibrilasi atrium, lanjutnya, tidak terdiagnosis karena penderitanya tidak menyadari adanya gangguan irama jantung. Padahal, deteksi lebih awal memungkinkan penanganan medis diberikan tepat waktu untuk menekan risiko komplikasi.
Secara global, Pulse Day 2026 dipimpin APHRS bersama organisasi internasional seperti European Heart Rhythm Association (EHRA), Heart Rhythm Society (HRS), dan Latin American Heart Rhythm Society (LAHRS), dengan dukungan Arrhythmia Alliance serta World Heart Federation. Di Indonesia, kampanye ini melibatkan kardiolog, rumah sakit, media, dan organisasi masyarakat.
Founder gerakan MENARI yang juga Advisory Board PERITMI/InaHRS Yoga Yuniadi menegaskan pemeriksaan nadi secara mandiri dapat menjadi langkah awal mendeteksi ketidakteraturan irama jantung.
“MENARI dilakukan dengan meraba nadi di pergelangan tangan atau leher selama 30 detik, lalu dikalikan dua untuk mengetahui denyut per menit. Denyut normal berkisar 60–100 kali per menit, namun keteraturan irama juga harus diperhatikan,” jelasnya.
Sekitar 50% kasus fibrilasi atrium, lanjutnya, tidak terdiagnosis karena penderitanya tidak menyadari adanya gangguan irama jantung. Padahal, deteksi lebih awal memungkinkan penanganan medis diberikan tepat waktu untuk menekan risiko komplikasi.
Secara global, Pulse Day 2026 dipimpin APHRS bersama organisasi internasional seperti European Heart Rhythm Association (EHRA), Heart Rhythm Society (HRS), dan Latin American Heart Rhythm Society (LAHRS), dengan dukungan Arrhythmia Alliance serta World Heart Federation. Di Indonesia, kampanye ini melibatkan kardiolog, rumah sakit, media, dan organisasi masyarakat.
Founder gerakan MENARI yang juga Advisory Board PERITMI/InaHRS Yoga Yuniadi menegaskan pemeriksaan nadi secara mandiri dapat menjadi langkah awal mendeteksi ketidakteraturan irama jantung.
“MENARI dilakukan dengan meraba nadi di pergelangan tangan atau leher selama 30 detik, lalu dikalikan dua untuk mengetahui denyut per menit. Denyut normal berkisar 60–100 kali per menit, namun keteraturan irama juga harus diperhatikan,” jelasnya.
Lihat Juga :