Gaungkan Deteksi Dini Aritmia, Cegah Stroke Lewat Gerakan MENARI

Jum'at, 13 Februari 2026 - 23:25 WIB
loading...
Gaungkan Deteksi Dini...
Kampanye kesadaran kesehatan global Pulse Day 2026 kembali digelar pada 1 Maret mendatang. Foto: Istimewa
A A A
Kampanye kesadaran kesehatan global Pulse Day 2026 kembali digelar pada 1 Maret mendatang. Momentum ini dimanfaatkan untuk mengingatkan masyarakat pentingnya deteksi dini gangguan irama jantung atau aritmia melalui langkah sederhana memeriksa denyut nadi secara mandiri.

Head of Pulse Day Task Force yang juga Chairperson Public Affairs Committee Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS) Dicky Armein Hanafy mengatakan aritmia kerap tidak menimbulkan gejala awal sehingga baru terdeteksi saat komplikasi serius terjadi.

“Gangguan irama jantung sering kali tidak bergejala dan baru diketahui ketika komplikasi sudah muncul. Padahal deteksi dini bisa dilakukan secara sederhana melalui gerakan MENARI, yakni MEraba NAdi sendiRI secara rutin,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Bantah Gelapkan Dana Rp13,2 Miliar, KDI Laporkan Balik Dugaan Pencemaran Nama Baik



Menurut dia, kampanye tahun ini menekankan pentingnya mengenali keteraturan denyut nadi sebagai langkah awal pencegahan. Salah satu jenis aritmia yang menjadi perhatian adalah Fibrilasi Atrium (Atrial Fibrillation/AF) yang diketahui meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat dan risiko kematian dua kali lipat.

Sekitar 50% kasus fibrilasi atrium, lanjutnya, tidak terdiagnosis karena penderitanya tidak menyadari adanya gangguan irama jantung. Padahal, deteksi lebih awal memungkinkan penanganan medis diberikan tepat waktu untuk menekan risiko komplikasi.

Secara global, Pulse Day 2026 dipimpin APHRS bersama organisasi internasional seperti European Heart Rhythm Association (EHRA), Heart Rhythm Society (HRS), dan Latin American Heart Rhythm Society (LAHRS), dengan dukungan Arrhythmia Alliance serta World Heart Federation. Di Indonesia, kampanye ini melibatkan kardiolog, rumah sakit, media, dan organisasi masyarakat.

Founder gerakan MENARI yang juga Advisory Board PERITMI/InaHRS Yoga Yuniadi menegaskan pemeriksaan nadi secara mandiri dapat menjadi langkah awal mendeteksi ketidakteraturan irama jantung.

“MENARI dilakukan dengan meraba nadi di pergelangan tangan atau leher selama 30 detik, lalu dikalikan dua untuk mengetahui denyut per menit. Denyut normal berkisar 60–100 kali per menit, namun keteraturan irama juga harus diperhatikan,” jelasnya.

Ia mengingatkan, denyut yang tidak teratur, terlalu cepat, terlalu lambat, atau disertai keluhan seperti pusing, nyeri dada, sesak napas hingga pingsan harus segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan lanjutan seperti EKG diperlukan untuk memastikan diagnosis.

Sekretaris Bidang I PERITMI/InaHRS, Ardian Rizal menambahkan dalam dua dekade terakhir Indonesia termasuk wilayah dengan peningkatan prevalensi fibrilasi atrium yang signifikan di kawasan ASEAN. Faktor usia harapan hidup yang meningkat serta perubahan gaya hidup menjadi salah satu pemicu.

“Banyak kasus baru diketahui setelah terjadi stroke. Karena itu deteksi dini menjadi kunci memutus rantai risiko,” katanya.

Menurut dia, perkembangan teknologi wearable device turut membantu skrining awal melalui sensor fotopletismografi (PPG) dan EKG satu sadapan. Namun perangkat tersebut bukan alat diagnosis final dan tetap memerlukan konfirmasi medis.

Pulse Day 2026 diharapkan tidak hanya membangun kesadaran, tetapi juga mendorong masyarakat mengambil langkah konkret menjaga kesehatan jantung. Kebiasaan sederhana memeriksa nadi secara rutin dinilai dapat menjadi upaya preventif untuk menekan angka stroke dan menyelamatkan lebih banyak jiwa.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Hidup dengan Multiple...
Hidup dengan Multiple Sclerosis, Penderita Kelihatan Baik-baik Saja meski Berjuang Dalam Diam
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
9 WNI Jalani Pemeriksaan...
9 WNI Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Turki Sebelum Kembali ke Indonesia
UU Kesehatan Digugat...
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes: Aturan Disusun Perhatikan Hak Warga Negara
Transformasi Rejuve...
Transformasi Rejuve Dorong Kebiasaan Hidup Sehat
Jelang Iduladha, Aldi...
Jelang Iduladha, Aldi Taher Serukan Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol
Layanan Stroke Medan...
Layanan Stroke Medan Raih Pengakuan Internasional dari World Stroke Organization
Rekomendasi
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved