Pesantren dan Eton: DNA Pendidikan yang Terlupakan

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:02 WIB
loading...
A A A
Pemikiran ini lahir bukan dari lamunan, melainkan dari pengalamannya memimpin pesantren di jantung metropolitan. Darunnajah Jakarta, yang diasuhnya, adalah sebuah laboratorium kehidupan. Di sana, kurikulum nasional berdialektika dengan kitab kuning; bahasa Inggris dan sains berdampingan dengan akhlak dan filsafat hidup. Kepemimpinan bukan sekadar teori, tetapi praktik 24 jam dalam organisasi santri dan kehidupan asrama.

Inilah yang disebut Kiai Dedy sebagai "menyegarkan cara membaca". Ruhnya atau jiwa pesantren tetap, tetapi caranya dibaca dengan kacamata kekinian. Tantangannya kini adalah kesenjangan narasi. Pesantren sering terjebak dalam dikotomi seperti tradisional versus modern, agama versus umum. Padahal, ia justru menawarkan sintesis dari semua itu.

Saat ini kita dihadapkan dengan krisis karakter dan pendidikan yang semakin tersekat-sekat dalam model-model keahlian atau hard Skill, model pesantren justru menawarkan jawaban yang tak terduga. Saat dunia Barat baru kembali menggalakkan Social-Emotional Learning (SEL), pesantren telah mempraktikkannya dalam ekosistem utuh selama berabad-abad.

Maka, tugas kita sekarang bukan lagi mengimpor wacana pendidikan global secara mentah-mentah. Melainkan, seperti diajarkan oleh KH. Hadiyanto Arief, dengan percaya diri menerjemahkan dan mempresentasikan khazanah pendidikan holistik kita sendiri kepada dunia. Dengan begitu, pesantren tidak lagi sekadar dianggap sebagai penjaga tradisi, tetapi sebagai pioneer masa depan pendidikan Indonesia yang berani berkata: kami telah memulainya sejak lama. Dan inilah saatnya dunia mengikuti.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Mengenal Gareth Morgan:...
Mengenal Gareth Morgan: di Balik Metafora Organisme Pesantren
PBNU: Iduladha 2026...
PBNU: Iduladha 2026 Jadi Pengingat Kemanusiaan di Tengah Dunia yang Terluka
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Komdigi Siapkan Roadmap...
Komdigi Siapkan Roadmap AI, Pesantren Didorong Jadi Jangkar Moral Sosial
Badan Hukum: Sistem...
Badan Hukum: Sistem Imun yang Sering Terlupakan
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
Workshop Pengasuh Bahas...
Workshop Pengasuh Bahas Strategi Pesantren Tetap Berkembang di Era Disrupsi
Pimpinan Padepokan Padang...
Pimpinan Padepokan Padang Ati Diciduk Polisi terkait Kasus Pencabulan, 350 Santri Dipulangkan
Rekomendasi
Mengapa Ferrari Nekat...
Mengapa Ferrari Nekat Bikin Mobil Listrik Saat Lamborghini dan Pagani Menolak Keras?
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
Berita Terkini
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved