Ahok Sebut BUMN Seperti Titipan Politik: Kalau Saya Bukan Teman Presiden, Tidak Mungkin Saya Komut
Rabu, 28 Januari 2026 - 06:12 WIB
loading...
Mantan Komisaris Utama (Komut) Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terang-terangan menyebut BUMN layaknya titipan politik dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. Foto/Jonathan Simanjuntak
A
A
A
JAKARTA - Mantan Komisaris Utama (Komut) Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terang-terangan menyebut BUMN layaknya titipan politik. Bahkan, Ahok secara gamblang menyebutkan ia bisa duduk di Komut lantaran teman presiden saat itu.
Hal itu ia sampaikan saat dirinya menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta, pada Selasa (27/1/2026).
Baca juga: Ahok Blak-blakan Ungkap Alasan Mundur dari Pertamina: Beda Pandangan dengan Jokowi
Awalnya, hakim anggota Adek Nurhadi mengulik perihal ada tidaknya campur tangan pihak tertentu dalam pengoperasian Pertamina.
"Selama saksi menjabat jadi Komut, apakah saksi mengetahui ataupun sebelumnya, adanya campur tangan selain internal ataupun dari pemerintah terkait dengan perjalanan perusahaan di Pertamina?," tanya Hakim Adek.
"Kalau mau ngomong jujur Pak ya, BUMN ini seperti titipan politik. Saya suka bicara, kalau saya bukan teman Presiden, tidak mungkin ditaruh saya di Komut," jawab Ahok.
Baca juga: Kasus Minyak Mentah, Ahok: Kan Terbukti Enggak Ada Oplosan, Blending Kan
Mendengar jawaban tersebut, Hakim Adek mengerucutkan pertanyaannya terkait campur tangan.
"Di luar itu, ada tidak? Apakah dari pihak swasta atau di mana?," tanya Adek.
"Saya kurang bergaul dengan orang-orang di Migas, Pak. Saya orang tambang, Pak. Orang dagang. Makanya saya sebetulnya tidak gitu familiar dengan pelaku-pelaku migas, Pak," jawab Ahok.
"Jadi jawabannya?," lanjut Adek bertanya.
"Tidak tahu Pak," jawab Ahok.
Hal itu ia sampaikan saat dirinya menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta, pada Selasa (27/1/2026).
Baca juga: Ahok Blak-blakan Ungkap Alasan Mundur dari Pertamina: Beda Pandangan dengan Jokowi
Awalnya, hakim anggota Adek Nurhadi mengulik perihal ada tidaknya campur tangan pihak tertentu dalam pengoperasian Pertamina.
"Selama saksi menjabat jadi Komut, apakah saksi mengetahui ataupun sebelumnya, adanya campur tangan selain internal ataupun dari pemerintah terkait dengan perjalanan perusahaan di Pertamina?," tanya Hakim Adek.
"Kalau mau ngomong jujur Pak ya, BUMN ini seperti titipan politik. Saya suka bicara, kalau saya bukan teman Presiden, tidak mungkin ditaruh saya di Komut," jawab Ahok.
Baca juga: Kasus Minyak Mentah, Ahok: Kan Terbukti Enggak Ada Oplosan, Blending Kan
Mendengar jawaban tersebut, Hakim Adek mengerucutkan pertanyaannya terkait campur tangan.
"Di luar itu, ada tidak? Apakah dari pihak swasta atau di mana?," tanya Adek.
"Saya kurang bergaul dengan orang-orang di Migas, Pak. Saya orang tambang, Pak. Orang dagang. Makanya saya sebetulnya tidak gitu familiar dengan pelaku-pelaku migas, Pak," jawab Ahok.
"Jadi jawabannya?," lanjut Adek bertanya.
"Tidak tahu Pak," jawab Ahok.
(shf)
Lihat Juga :