Sandi Uno: Cintai Produk Lokal dan Selalu Terapkan Protokol Covid-19
Rabu, 16 September 2020 - 22:10 WIB
loading...
Sandiaga Salahudin Uno menilai, pemulihan akan mengalami keterlambatan setelah terjadinya peningkatan kasus Corona di Indonesia dan penerapan kembali PSBB. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Salahudin Uno menilai, pemulihan akan mengalami keterlambatan setelah terjadinya peningkatan kasus Covid-19 (virus Corona) di Indonesia dan penerapan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
(Baca juga: Sandi Uno Kenang Saefullah sebagai Sosok Pekerja Keras)
Dalam kondisi ini, Sandi mendorong agar masyarakat membeli produk-produk lokal kepada para pedagang lokal sehingga roda ekonomi mereka bisa bertahan di tengah pandemi.
(Baca juga: Wuih.. Ngapain Sandiaga Uno Temui Erick Thohir, Ada Rencana Apa?)
"Belilah produk lokal dari pelaku usaha lokal, bantu komunitas dan sekeliling kalian," imbau Sandi Uno dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (16/9/2020).
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menyebutkan, meningkatnya kasus Covid-19 hingga 1000 kasus per hari merupakan yang tertinggi dari sebelumnya, hal ini tentu saja sangat menakutkan dan mencemaskan. Terlebih lagi ada ratusan dokter dan petugas kesehatan yang meninggal akibat virus asal China ini.
"Hati, doa dan pikiran saya berikan pada para dokter, semua petugas dan pekerja kesehatan. Kita harus meninjau ulang situasi ini," ucap Sandi.
(Baca juga: Sandi Uno Kenang Saefullah sebagai Sosok Pekerja Keras)
Dalam kondisi ini, Sandi mendorong agar masyarakat membeli produk-produk lokal kepada para pedagang lokal sehingga roda ekonomi mereka bisa bertahan di tengah pandemi.
(Baca juga: Wuih.. Ngapain Sandiaga Uno Temui Erick Thohir, Ada Rencana Apa?)
"Belilah produk lokal dari pelaku usaha lokal, bantu komunitas dan sekeliling kalian," imbau Sandi Uno dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (16/9/2020).
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menyebutkan, meningkatnya kasus Covid-19 hingga 1000 kasus per hari merupakan yang tertinggi dari sebelumnya, hal ini tentu saja sangat menakutkan dan mencemaskan. Terlebih lagi ada ratusan dokter dan petugas kesehatan yang meninggal akibat virus asal China ini.
"Hati, doa dan pikiran saya berikan pada para dokter, semua petugas dan pekerja kesehatan. Kita harus meninjau ulang situasi ini," ucap Sandi.
Lihat Juga :