Prabowo di WEF: Diplomasi Ekonomi dan Legitimasi Politik

Jum'at, 23 Januari 2026 - 16:24 WIB
loading...
A A A
Kemiskinan sebagai Narasi Politik dan Ideologi Pembangunan
Dalam perspektif politik ekonomi, klaim penurunan kemiskinan yang disampaikan Prabowo memiliki dua makna. Pertama, secara teknokratis, penurunan angka kemiskinan memang dapat dibaca sebagai indikator keberhasilan kebijakan sosial dan ekonomi.

Namun, kedua, secara politik, narasi kemiskinan juga berfungsi sebagai alat legitimasi kekuasaan. Dengan menempatkan pengentasan kemiskinan sebagai “misi hidup”, Prabowo membangun citra kepemimpinan yang moralistik dan populis, sekaligus memperkuat kontrak sosial antara negara dan rakyat.

Di sinilah relevansi pendekatan strukturalisme menjadi penting. Kemiskinan tidak hanya disebabkan oleh kegagalan individu, tetapi oleh struktur ekonomi global yang timpang, ketimpangan akses pendidikan, dan dominasi sektor ekonomi tertentu. Dalam konteks globalisasi, negara berkembang seperti Indonesia berada dalam posisi yang tidak sepenuhnya menguntungkan dalam sistem ekonomi dunia.

Pidato Prabowo di WEF secara implisit mengandung kritik terhadap ketimpangan global tersebut. Dengan menyebut bahwa rakyat Indonesia tetap optimistis meskipun hidup dalam keterbatasan, ia menyoroti paradoks globalisasi: pertumbuhan ekonomi global tidak selalu diikuti oleh keadilan sosial.

Sekolah Rakyat sebagai Simbol Negara Kesejahteraan
Program Sekolah Rakyat yang dipaparkan Prabowo di WEF memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kebijakan pendidikan. Program ini dirancang sebagai instrumen untuk memutus siklus kemiskinan melalui pendidikan, perlindungan sosial, dan pemenuhan hak anak.

Secara politik, Sekolah Rakyat merepresentasikan pergeseran paradigma negara dari sekadar fasilitator pasar menjadi negara kesejahteraan (welfare state). Secara ideologis, kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintahan Prabowo tidak sepenuhnya tunduk pada logika pasar global, tetapi berusaha membangun model pembangunan yang menempatkan negara sebagai aktor utama dalam redistribusi kesempatan sosial.

Namun, dalam perspektif kritis, program ini juga dapat dibaca sebagai strategi populisme negara. Pendidikan gratis bagi kelompok miskin tidak hanya meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga memperkuat basis legitimasi politik pemerintah.

Diplomasi Ekonomi dan Politik Citra Negara
Kunjungan Prabowo ke WEF juga harus dipahami dalam kerangka diplomasi ekonomi. Dengan menampilkan Indonesia sebagai negara yang berhasil menurunkan kemiskinan dan mengembangkan pendidikan inklusif, pemerintah berupaya meningkatkan kepercayaan investor global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
Rekomendasi
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Berita Terkini
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Prabowo Bertemu Menlu...
Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved