Prabowo di WEF: Diplomasi Ekonomi dan Legitimasi Politik

Jum'at, 23 Januari 2026 - 16:24 WIB
loading...
Prabowo di WEF: Diplomasi...
Harryanto Aryodiguno, Ph.D, Ass. Prof. International Relations, President University. Foto/Dok. SindoNews
A A A
Harryanto Aryodiguno, Ph.D
Ass. Prof. International Relations, President University

KEHADIRAN Presiden Prabowo Subianto dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, bukan sekadar agenda diplomatik rutin. Kehadirannya sebuah strategi politik dan ekonomi yang dirancang untuk membangun narasi baru tentang posisi Indonesia dalam tatanan global.

Dalam forum yang dihadiri pemimpin dunia dan elite ekonomi global, Prabowo tidak hanya menyampaikan capaian pembangunan nasional. Ia juga menawarkan sebuah visi ideologis tentang pembangunan, kemiskinan, dan peran negara.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa kemiskinan ekstrem di Indonesia telah mencapai titik terendah sepanjang sejarah dan menargetkan penghapusannya dalam beberapa tahun ke depan. Pernyataan ini bukan hanya klaim statistik, melainkan bagian dari strategi komunikasi politik untuk menampilkan Indonesia sebagai negara berkembang yang berhasil mengelola transformasi sosial-ekonomi.

Di sisi lain, Prabowo juga memperkenalkan program Sekolah Rakyat sebagai instrumen untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, sebuah kebijakan yang bertujuan menyediakan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Dengan demikian, WEF menjadi panggung bagi Prabowo untuk memadukan diplomasi ekonomi global dengan narasi politik domestik.

WEF sebagai Arena Politik Global
Secara historis, WEF bukan sekadar forum ekonomi, tetapi arena politik global di mana negara-negara berkompetisi dalam membangun legitimasi dan daya tarik. Negara-negara berkembang memanfaatkan WEF untuk menunjukkan stabilitas, potensi ekonomi, dan kredibilitas kebijakan publik di hadapan investor internasional.

Dalam konteks ini, pidato Prabowo mencerminkan upaya Indonesia untuk keluar dari posisi pasif sebagai objek globalisasi dan tampil sebagai aktor yang memiliki agenda pembangunan sendiri. Prabowo secara implisit mengkritik paradigma pasar bebas yang dianggap gagal menciptakan keadilan sosial, sekaligus menegaskan orientasi pembangunan yang lebih berorientasi pada kedaulatan ekonomi, industrialisasi, dan pembangunan sumber daya manusia.

Narasi ini menunjukkan bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo berusaha memposisikan diri sebagai negara yang tidak hanya mengikuti arus neoliberal global, tetapi juga merumuskan model pembangunan alternatif yang lebih nasionalistik dan inklusif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Prabowo Resmi Lantik...
Prabowo Resmi Lantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
Rekomendasi
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
Berawal dari Mesin Arcade,...
Berawal dari Mesin Arcade, Talenta Muda Indonesia Juara Turnamen Dance Game Asia Pasifik
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved