Membela Kedaulatan Rakyat dan Demokrasi Pancasila: Tolak Pilkada DPRD

Kamis, 08 Januari 2026 - 16:30 WIB
loading...
A A A
Relasi ini menciptakan mekanisme pengawasan yang lebih sehat, di mana kegagalan kepemimpinan dihukum melalui mekanisme elektoral, bukan melalui kompromi elite yang tertutup. Argumentasi bahwa pilkada langsung mahal tidak dapat dijadikan justifikasi normatif untuk mencabut hak rakyat.

Efisiensi anggaran tidak boleh digunakan sebagai dalih untuk memangkas kedaulatan. Pengalaman empiris justru menunjukkan bahwa pemilihan melalui DPRD jauh lebih rentan terhadap praktik politik dagang sapi, suap, dan transaksi gelap yang berlangsung di ruang tertutup dan minim pengawasan publik.

Korupsi yang tersembunyi selalu lebih berbahaya daripada kontestasi terbuka yang diawasi oleh rakyat. Selain itu, pilkada langsung memiliki dimensi strategis sebagai sarana pendidikan politik. Proses ini mendorong rakyat untuk mengenal visi, rekam jejak, dan kapasitas calon pemimpin.

Meski tidak sempurna, mekanisme ini membangun kesadaran politik dan kedewasaan demokrasi secara gradual. Menghapus pilkada langsung berarti memutus proses pembelajaran kolektif tersebut dan mengembalikan rakyat ke posisi pasif. Demokrasi yang sehat tidak lahir dari efisiensi prosedural semata, melainkan dari partisipasi aktif dan kesadaran warga negara.

Menolak pilkada melalui DPRD bukanlah sikap romantik terhadap demokrasi elektoral, melainkan pembelaan rasional terhadap kedaulatan rakyat, Pancasila, dan konstitusi. Pilkada langsung adalah benteng penting untuk mencegah konsolidasi kekuasaan elite, memperkuat legitimasi pemerintahan daerah, dan menjaga agar negara tetap berpihak kepada rakyat sebagai pemilik sah kedaulatan.

Mengembalikan pilkada ke DPRD bukan sekadar langkah mundur, melainkan pengkhianatan terhadap spirit Reformasi yang lahir dari perlawanan terhadap kekuasaan yang tertutup dan tidak akuntabel. Dalam negara hukum demokratis, efisiensi tidak boleh mengorbankan legitimasi, dan stabilitas tidak boleh dibangun di atas penyingkiran rakyat.

Pilkada langsung harus dipertahankan—bukan karena ia sempurna, tetapi karena ia paling jujur mewakili kehendak rakyat.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Tantangan Tata Kelola...
Tantangan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Ketahanan Nasional
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
Peringatan Hari Lahir...
Peringatan Hari Lahir Pancasila, Yuke Yurike Ajak Generasi Muda Perkuat Rasa Cinta Tanah Air
Rekomendasi
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
Benturan Dua Kutub Komedi:...
Benturan Dua Kutub Komedi: Pandji Pragiwaksono Bertemu Cing Abdel dalam ‘Bold n Bald Versus Show’
Berita Terkini
BNPB: Karhutla Landa...
BNPB: Karhutla Landa Tiga Daerah, Terparah di Banjarbaru Kalsel
Verifikasi Laporan Gratifikasi...
Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli Rampung, KPK: Kini Didalami di Tahap Penindakan
KDKMP Bakal Jadi Pusat...
KDKMP Bakal Jadi Pusat Ekonomi Desa, Mendes: 80% Penghasilan Dikembalikan ke Masyarakat
Tuntas Verifikasi Laporan...
Tuntas Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli, KPK: Hasil Hanya Disampaikan ke Pelapor
Kejagung Tunjuk 9 Eks...
Kejagung Tunjuk 9 Eks Jaksa KPK Tangani Kasus Febrie, Pakar: Harus Jawab Harapan Masyarakat
Wakili 11,7 Juta Suara...
Wakili 11,7 Juta Suara Rakyat, GKSR Minta Parpol Non-Parlemen Dilibatkan Bahas Revisi UU Pemilu
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved