Refleksi Akhir Tahun Asia Timur: Selat Taiwan dari Misreading ke Strategic Signaling

Rabu, 31 Desember 2025 - 16:32 WIB
loading...
A A A
Taiwan hari ini tidak lagi berbicara tentang penyatuan atau representasi China. Fokusnya adalah kelangsungan demokrasi dan keamanan de facto. Beijing, di sisi lain, tidak lagi berharap perubahan sukarela di Taipei, melainkan menyiapkan spektrum tekanan berlapis—politik, ekonomi, militer, dan psikologis.

Pelajaran yang Terlewat
Yang menarik, baik pada 1995 maupun 2025, kedua pihak sama-sama mengklaim sedang menjaga stabilitas. Taiwan melihat stabilitas sebagai hasil dari legitimasi demokratis. China melihat stabilitas sebagai produk dari integritas teritorial. Konflik Selat Taiwan bukan semata pertarungan kekuatan, tetapi pertarungan definisi stabilitas itu sendiri.

Bagi kawasan Indo-Pasifik, perbandingan 1995 dan 2025 memberi pelajaran penting: konflik besar sering kali tidak lahir dari niat perang, melainkan dari ketidakmampuan menerjemahkan bahasa politik pihak lain. Dan ketika bahasa itu tidak pernah dipertemukan, eskalasi hanya soal waktu.

Penutup
Jika 1995 adalah malam sunyi sebelum badai, maka 2025 adalah badai yang bergerak perlahan namun pasti. Selat Taiwan hari ini bukan lebih berbahaya karena aktor-aktornya lebih emosional, melainkan karena mereka semakin yakin pada kebenaran masing-masing.

Dalam kondisi seperti ini, tantangan terbesar bukan mencegah perang esok hari, melainkan menciptakan kembali ruang bahasa bersama—sebelum kekuasaan berbicara terlalu lantang dan diplomasi kehilangan maknanya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Rekomendasi
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Haul Akbar Ulama Betawi,...
Haul Akbar Ulama Betawi, Gus Muhaimin Urai Peran Besar Ulama Bangun Bangsa
Berita Terkini
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo akan Ajukan Penangguhan Penahanan
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Infografis
Daftar Lengkap Juara...
Daftar Lengkap Juara Dunia MotoGP dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved