Politik Afeksi dan Krisis Rasionalitas Publik

Sabtu, 27 Desember 2025 - 15:48 WIB
loading...
Politik Afeksi dan Krisis...
Tifauzia Tyassuma, Dokter, Epidemiolog Perilaku dan Neuropolitika. Foto/Dok.SindoNews
A A A
Tifauzia Tyassuma
Dokter, Epidemiolog Perilaku dan Neuropolitika

DALAM beberapa tahun terakhir, dunia politik Indonesia mengalami pergeseran yang halus, tapi menentukan. Politik tidak lagi terutama dipahami sebagai arena pertukaran gagasan, perdebatan program, atau adu argumentasi rasional, melainkan sebagai ruang produksi dan sirkulasi afeksi, emosi dan perasaan.

Emosi—marah, takut, bangga, tersinggung—menjadi mata uang utama yang menggerakkan perhatian publik. Hemat saya, kita sedang menyaksikan apa yang saya sebut sebagai politik afeksi: politik yang bekerja terutama melalui kesan, bukan penjelasan; melalui sentimen, bukan pemahaman.

Melalui manajemen perasan, bukan penggunaan akal sehat. Dalam 15 tahun terakhir, setidaknya ketika figur bernama Joko Widodo (Jokowi) hadir di tengah arena politik Indonesia, politik afeksi ini betul betul mendapat tempat yang luar biasa luas dan lapang.

Mari kita cermati. Pergeseran ini terlihat nyata dalam cara publik merespons peristiwa politik sehari-hari. Isu-isu kebijakan yang kompleks—perubahan undang-undang, polemik anggaran, atau implikasi jangka panjang dari putusan konstitusional—kerap tenggelam di bawah derasnya potongan video singkat, reels yang mempesona, gestur simbolik, atau satu kalimat kontroversial yang mudah dipelintir dan dibagikan.

Reaksi publik terbentuk sangat cepat, sering kali sebelum informasi utuh tersedia. Perasaan bekerja lebih cepat dari cahaya pikiran. Kesan awal menjadi penentu sikap, sementara upaya memberi konteks justru datang terlambat ketika opini sudah mengeras.

Dalam situasi seperti ini, ruang diskusi publik jarang sempat berkembang menjadi semacam arena pembebasan pikiran atau arena pemintaran. Percakapan segera terpolarisasi menjadi pro dan kontra yang emosional; kami-mereka. Siapa yang mencoba menjelaskan latar belakang, dampak kebijakan, atau kerumitan hukum sering dianggap bertele-tele, bahkan dicurigai punya agenda tersembunyi.

Rasionalitas tidak ditolak secara terbuka, tetapi kalah cepat. Ia tenggelam oleh arus impresi yang lebih memikat dan mudah dicerna.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Refly Harun Desak PN...
Refly Harun Desak PN Jakarta Timur Bolehkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Jokowi Minta Kader PSI...
Jokowi Minta Kader PSI Hidupkan Mesin Partai sampai Tingkat Desa
TERUNGKAP! Dokter Tifa...
TERUNGKAP! Dokter Tifa Terjerat Utang Ratusan Juta, Apartemen Disita PN Jakarta Selatan
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Rekomendasi
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Purbaya Isyaratkan Marketplace...
Purbaya Isyaratkan Marketplace Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli 2026
Berita Terkini
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved