Politik Afeksi dan Krisis Rasionalitas Publik

Sabtu, 27 Desember 2025 - 15:48 WIB
loading...
A A A
Namun, penting untuk ditegaskan bahwa fenomena ini tidak mencerminkan kemalasan intelektual masyarakat. Publik Indonesia bukan tiba-tiba kehilangan kemampuan berpikir kritis. Yang berubah adalah ekosistem informasi tempat berpikir itu seharusnya berlangsung.

Kita hidup dalam lingkungan komunikasi yang menuntut respons cepat dan terus-menerus: linimasa yang tak pernah berhenti bergerak, notifikasi yang memecah konsentrasi, serta tekanan sosial untuk segera bereaksi agar tidak dianggap absen dari percakapan.

Dalam kondisi seperti itu, berpikir mendalam, di mana akal sehat digunakan menjadi aktivitas yang mahal. Ia memerlukan waktu, ketenangan, dan keberanian untuk tidak langsung ikut arus. Banyak warga sebenarnya tidak berhenti berpikir karena tidak mampu, tetapi karena ruang untuk berpikir secara utuh nyaris tidak tersedia.

Demokrasi pun bergerak dalam ritme yang cepat dan emosional, sementara refleksi selalu tertinggal di belakang, sering kali terlalu lama untuk bisa memengaruhi arah perdebatan.

Politik afeksi juga memberi keuntungan struktural bagi aktor-aktor yang piawai memainkan simbol dan emosi. Bahasa tubuh kecil bisa memiliki dampak besar jika dikemas dengan tepat. Sebaliknya, kerja-kerja substantif yang tidak mudah divisualisasikan—seperti penyusunan regulasi atau negosiasi anggaran—kerap luput dari perhatian.

Akibatnya, insentif politik pun bergeser: bukan lagi siapa yang paling mampu merumuskan solusi jangka panjang, melainkan siapa yang paling berhasil menguasai atensi sesaat.

Manakala ini terjadi, krisis rasionalitas publik tidak bisa dilepaskan dari desain platform komunikasi itu sendiri. Algoritma media sosial cenderung mengutamakan konten yang memicu emosi kuat karena lebih mudah menyebar. Konten yang membutuhkan waktu baca, pemikiran berlapis, dan kesabaran justru kalah bersaing.

Ruang publik digital secara perlahan membentuk kebiasaan berpikir yang dangkal, bukan karena masyarakat menginginkannya, tetapi karena sistem memberi ganjaran pada reaksi cepat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Roy Suryo Buka Wacana...
Roy Suryo Buka Wacana Praperadilan Keempat: Tunggu Saja Tanggal Mainnya
Praperadilannya Ditolak,...
Praperadilannya Ditolak, Roy Suryo: Semoga Hakim Diberi Pencerahan di Sidang Berikutnya
Status Tersangka Roy...
Status Tersangka Roy Suryo Tetap Sah, Polda Metro Jaya: Putusan Hakim Harus Dihormati
KPK Dorong Perbaikan...
KPK Dorong Perbaikan Sistem Pembiayaan Politik, Termasuk Pembatasan Biaya Kampanye
Hadiri Sidang Dokter...
Hadiri Sidang Dokter Tifa, Roy Suryo: Kita Tetap Bersama Tak Ada Perpecahan
5 Strategi Jitu Tingkatkan...
5 Strategi Jitu Tingkatkan Popularitas, PM Anwar Ibrahim Gunakan Kembaran ala PMX.AI
Dokter Tifa Optimistis...
Dokter Tifa Optimistis Eksepsinya Dikabulkan Hakim
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Bukan Sakit Biasa, Mas...
Bukan Sakit Biasa, Mas Den Ungkap Kejanggalan sebelum Ayahnya Meninggal
Dituding Egois, Jennifer...
Dituding Egois, Jennifer Coppen Ungkap Alasan Justin Hubner Lewatkan Final Piala Dunia
Berita Terkini
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Pakar Hukum: Secara...
Pakar Hukum: Secara Yuridis Pemeriksaan Mantan Jampidsus Tak Perlu Izin Kapolri dan Pejabat Negara Lainnya
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
Roy Suryo: Rismon Tak...
Roy Suryo: Rismon Tak Layak Jadi Saksi di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved