Peran Krusial Linguistik Forensik: Setiap Ucapan dan Tulisan Bisa Ungkap Kebenaran
Senin, 15 Desember 2025 - 09:50 WIB
loading...
A
A
A
Santoso menekankan perlunya pengakuan formal dan standar prosedur baku agar hasil analisis linguistik forensik dapat berfungsi sebagai alat bukti yang kuat dan dipertanggungjawabkan di pengadilan. Ia optimistis akan masa depan linguistik forensik yang didukung teknologi seperti pemrosesan bahasa alami dan kecerdasan buatan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa interpretasi konteks budaya, nuansa sosial, dan maksud penutur tetap memerlukan keahlian manusia yang tidak dapat sepenuhnya digantikan mesin. Untuk itu, ia mendorong integrasi ilmu ini ke dalam kurikulum pendidikan tinggi hukum dan linguistik di Indonesia. Baca juga: Apakah Ijazah Palsu Bisa Dipakai untuk Melamar Kerja? Ini Penjelasan Hukum dan Sanksinya
Sebagai pionir di bidangnya, Santoso berkomitmen untuk terus mengembangkan riset linguistik forensik yang kontekstual dengan kebutuhan hukum Indonesia. “Tujuan akhirnya adalah mendukung terciptanya sistem peradilan yang lebih adil, di mana kebenaran tidak hanya dicari melalui bukti fisik, tetapi juga melalui ilmu yang mampu membedah kebenaran di balik setiap kata,” tandas mantan Wakil Rektor Kerja Sama dan Urusan Internasional Universitas Muhammadiyah Malaysia ini.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa interpretasi konteks budaya, nuansa sosial, dan maksud penutur tetap memerlukan keahlian manusia yang tidak dapat sepenuhnya digantikan mesin. Untuk itu, ia mendorong integrasi ilmu ini ke dalam kurikulum pendidikan tinggi hukum dan linguistik di Indonesia. Baca juga: Apakah Ijazah Palsu Bisa Dipakai untuk Melamar Kerja? Ini Penjelasan Hukum dan Sanksinya
Sebagai pionir di bidangnya, Santoso berkomitmen untuk terus mengembangkan riset linguistik forensik yang kontekstual dengan kebutuhan hukum Indonesia. “Tujuan akhirnya adalah mendukung terciptanya sistem peradilan yang lebih adil, di mana kebenaran tidak hanya dicari melalui bukti fisik, tetapi juga melalui ilmu yang mampu membedah kebenaran di balik setiap kata,” tandas mantan Wakil Rektor Kerja Sama dan Urusan Internasional Universitas Muhammadiyah Malaysia ini.
(poe)
Lihat Juga :