Sambut Hari HAM Sedunia, Pemuda dan Mahasiswa Ajak Masyarakat Rawat Hak Asasi
Kamis, 11 Desember 2025 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
Peneliti CCHRS Sekar Ayu menyoroti pentingnya memberikan ruang dialog yang aman dan setara bagi orang muda agar dapat memahami persoalan HAM secara utuh. “Generasi muda adalah kelompok yang paling sering terdampak persoalan HAM, tetapi justru yang paling jarang diberi ruang bersuara. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa orang muda bukan objek isu HAM melainkan subjek penting yang harus didengar dan dilibatkan,” ungkapnya.
Menurut Sekar, memperluas ruang partisipasi anak muda menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem HAM yang berkelanjutan di Indonesia.
Ketua DKN Pramuka Raihan Sujaya menyampaikan gerakan pramuka selalu berpedoman dalam menjunjung tinggi HAM sehingga memperkuat karakter generasi muda adalah jalan dalam merawat HAM di Indonesia.
Sejumlah ahli dan pegiat HAM juga menghadiri kegiatan ini yakni Fauzan Alaydrus (Peneliti Lokataru Foundation), Julianta Moreng (Peneliti AJAR), Satya Azyumar (Campaigner Amnesty International Indonesia), M Rizki Prawira (Dosen UPN Veteran Jakarta), dan Akbar Restu Fauzi (Komisaris Warga Muda).
M Rizki Prawira menekankan pentingnya menghubungkan pemahaman teoritis HAM dengan praktik di kehidupan nyata. “HAM bukan hanya konsep di ruang kuliah. Dia baru bermakna ketika diterjemahkan dalam sikap, keberanian, dan cara kita merespons ketidakadilan di sekitar. Mahasiswa perlu melihat bahwa teori HAM harus hidup dalam praktik sehari-hari kita sebagai warga,” ujarnya.
Menurut Sekar, memperluas ruang partisipasi anak muda menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem HAM yang berkelanjutan di Indonesia.
Ketua DKN Pramuka Raihan Sujaya menyampaikan gerakan pramuka selalu berpedoman dalam menjunjung tinggi HAM sehingga memperkuat karakter generasi muda adalah jalan dalam merawat HAM di Indonesia.
Sejumlah ahli dan pegiat HAM juga menghadiri kegiatan ini yakni Fauzan Alaydrus (Peneliti Lokataru Foundation), Julianta Moreng (Peneliti AJAR), Satya Azyumar (Campaigner Amnesty International Indonesia), M Rizki Prawira (Dosen UPN Veteran Jakarta), dan Akbar Restu Fauzi (Komisaris Warga Muda).
M Rizki Prawira menekankan pentingnya menghubungkan pemahaman teoritis HAM dengan praktik di kehidupan nyata. “HAM bukan hanya konsep di ruang kuliah. Dia baru bermakna ketika diterjemahkan dalam sikap, keberanian, dan cara kita merespons ketidakadilan di sekitar. Mahasiswa perlu melihat bahwa teori HAM harus hidup dalam praktik sehari-hari kita sebagai warga,” ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :