Kebijakan Moneter, Rupiah, dan Daya Beli: Stabilitas yang Tak Lagi Cukup

Senin, 08 Desember 2025 - 14:10 WIB
loading...
Kebijakan Moneter, Rupiah,...
Listya Endang Artiani, Ekonom Universitas Islam Indonesia (UII). Foto/Dok. SindoNews
A A A
Listya Endang Artiani
Ekonom Universitas Islam Indonesia (UII)

DI TENGAH klaim bahwa inflasi Indonesia tetap terjaga, banyak masyarakat justru merasakan sebaliknya. Di mana harga kebutuhan pokok meningkat, cicilan terasa berat, dan ruang konsumsi makin sempit. Ada jarak yang semakin lebar antara narasi makro yang optimistis dengan kenyataan mikro di dompet rumah tangga. Kebijakan moneter dan dinamika nilai tukar rupiah berada tepat di pusat ketegangan ini.

Bank Indonesia (BI) memang memikul mandat klasik yaitu menjaga stabilitas nilai rupiah, baik melalui inflasi maupun nilai tukar. Dalam beberapa tahun terakhir, BI mengambil posisi konservatif yang sangat berhati-hati.

Suku bunga ditahan lama pada level tinggi untuk menahan inflasi dan mempertahankan daya tarik aset rupiah. Saat ruang untuk menurunkanbunga muncul, langkah itu dilakukan perlahan, seakan setiap basis poin adalah taruhan besar.

Sikap ini dapa dimengerti dunia sedang berada dalam fase ketidakpastian, suku bunga global tinggi, dan arus modal mudah berpindah hanya karena satu komentar Federal Reserve. Namun, sikap konservatif ini mulai menimbulkan pertanyaan: apakah stabilitas semata masih cukup untuk menjawab tekanan ekonomi masyarakat?

Rupiah sendiri bergerak dalam tekanan struktural yang tak sederhana. Bahkan ketika inflasi terkendali, mata uang tetap rapuh terhadap guncangan eksternal. Ketergantungan terhadap komoditas menjadikan pendapatan devisa volatil. Di sisi lain, kebutuhan impor pangan, energi, dan barang modal tetap tinggi.

Kombinasi ini membuat kurs rupiah sangat sensitif terhadap perubahan selera investor global. Setiap episode risk-off, setiap indikasi kenaikan suku bunga Amerika, langsung memukul rupiah. Intervensi BI memang mampu meredam gejolak jangka pendek, tetapi tidak menyelesaikan persoalan fundamental: ekonomi Indonesia belum menghasilkan cukup banyak barang yang diminati dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Tantangan Tata Kelola...
Tantangan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Ketahanan Nasional
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Iran, Teokrasi Islam...
Iran, Teokrasi Islam dan Pelajaran bagi Dunia Islam
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 Lagi, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Masih Kuat
Rekomendasi
FPBS UPI Gelar Lokakarya...
FPBS UPI Gelar Lokakarya Puisi dan Bedah Buku Sonata Senja, Dorong Mahasiswa Aktif Menulis
IHSG Berakhir Menghijau...
IHSG Berakhir Menghijau di 6.041, Transaksi Tembus Rp11,3 Triliun
Zahara, Putri Angelina...
Zahara, Putri Angelina Jolie dan Brad Pitt Ajukan Penghapusan Nama Belakang sang Ayah
Berita Terkini
Madam Halimah Yacob...
Madam Halimah Yacob Membuka Harmony in Diversity Award Perdana di Jakarta
Jadi Saksi Dalam Sprindik...
Jadi Saksi Dalam Sprindik Baru, Kejagung Sebut Status Tersangka Febrie Adriansyah dari Polri Tak Gugur
Harlah ke-28 PKB, Panji...
Harlah ke-28 PKB, Panji Bangsa Gelar Turnamen Mini Soccer Inklusif
Kualitas Negara Hukum...
Kualitas Negara Hukum Terletak dari Kemampuan Aparat Menjaga Hati Nurani
Bakamla Gelar Latihan...
Bakamla Gelar Latihan Menembak di Perairan Dekat Pulau Galang
Gus Ipul Respons Wacana...
Gus Ipul Respons Wacana Cak Imin soal Pemimpin Baru PBNU: Baik untuk Didiskusikan
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved