Fiskal Jadi Nahkoda, Moneter Jadi Dayung?

Jum'at, 05 Desember 2025 - 23:55 WIB
loading...
A A A
• Instrumen sementara jadi permanen. Skema yang lahir untuk krisis tidak punya sunset clause yang tegas, tidak dievaluasi, dan berubah menjadi “alat kebijakan normal”.
• Biaya disamarkan. Kerugian/risiko dibukukan di neraca bank sentral atau lembaga lain, alih-alih transparan di APBN. Publik akhirnya “membayar” lewat inflasi, distorsi kredit, atau pelemahan disiplin anggaran—tanpa debat anggaran yang layak.
• Tujuan kebijakan kabur. Stabilitas harga, stabilitas sistem keuangan, dan agenda pertumbuhan dicampur tanpa hierarki yang jelas dan tegas. Ketika semuanya jadi tujuan, akuntabilitas menuju nol.

Di titik ini, kekuatan argumen opini tersebut tajam: relasi fiskal–moneter bukan debat teknis semata; ia debat ekonomi-politik tentang siapa yang menentukan prioritas dan siapa yang menanggung risikonya. Jika agenda industrialisasi, hilirisasi, atau proyek “nasionalisme ekonomi” dijalankan lewat kanal pembiayaan yang tidak transparan, kita berisiko memproduksi “kapitalisme koneksi” versi baru—di mana kebijakan publik menjadi subsidi terselubung bagi segelintir jaringan.

Tetapi ada jebakan juga: menganggap independensi bank sentral sebagai jaminan otomatis. Bank sentral bisa independen di atas kertas namun tetap rentan “ditarik” melalui penunjukan pejabat, tekanan narasi publik, dan desain mandat yang melebar. Intinya bukan slogan “independensi”, melainkan mekanisme penolakan yang kredibel: aturan main, batas risiko, dan proses politik yang membuat pembiayaan kebijakan tidak bisa diselundupkan.

Oversight oleh Siapa, untuk Siapa?


IMF secara halus tampaknya meminta rigorous oversight atas operasi quasi-fiscal. Secara teknis, itu masuk akal karena aktivitas yang efeknya fiskal harus diawasi dengan ketat. Namun di sini kritik halusnya, bahwa IMF cenderung menyukai bahasa “oversight” dan “stabilitas” sebagai solusi universal, tetapi sering mengabaikan politik dari oversight itu sendiri.

Jika pengawasan hanya berarti “patuh pada indikator” (inflasi terkendali, defisit aman, neraca kuat), kita bisa tergelincir pada dua masalah:
1. Oversight jadi teater kepatuhan. Laporan rapi, tetapi pengambilan keputusan tetap tertutup dan berbasis relasi kekuasaan.
2. Stabilitas jadi fetish, sementara problem struktural (basis pajak sempit, belanja tidak produktif, ketimpangan, kapasitas industri) tidak disentuh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Ujian Kapasitas Negara,...
Ujian Kapasitas Negara, Bukan Sekadar Kasus Korupsi
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Melembagakan ‘Otot’...
Melembagakan ‘Otot’ Diplomasi Prabowo
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
Cerita Purbaya Tolak...
Cerita Purbaya Tolak Dana Segar dari IMF dan World Bank: Kita Punya Tabungan Sendiri
Purbaya Tolak Sodoran...
Purbaya Tolak Sodoran Utang IMF saat Lawatan ke Amerika
Rekomendasi
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
Berita Terkini
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved