Insentif Likuiditas Kredit Forward Looking, Perlukah?

Minggu, 23 November 2025 - 22:42 WIB
loading...
A A A
Namun, dibandingkan dengan berbagai inisiatif tersebut, KLM Bank Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Ia tidak hanya berbasis pada volume kredit, tetapi juga memperhitungkan komitmen, kinerja, dan arah penyaluran pembiayaan.

Insentif KLM iini seyogyanya mempertimbangkan karakter ekonomi wilayah untuk membuat kebijakan lebih nyata. Jika daerah memiliki keunggulan sektor tertentu, seperti pertanian di pedesaan atau manufaktur di kota industri, maka insentif KLM bisa difokuskan mendorong kredit ke sektor-sektor tersebut.

Pendekatan berbasis wilayah akan memperkuat daya saing dan mengurangi ketimpangan antar daerah. Pendekatan KLM ini lebih kontekstual dengan struktur ekonomi Indonesia yang majemuk.

Lebih dari itu, BI perlu memperkuat kerjasama kelembagaan dengan OJK dan Pemerintah dalam memperluas akses kredit. Mengingat beberapa sektor produksi, misalkan UMKM, masih menghadapi hambatan struktural, seperti keterbatasan agunan dan rendahnya literasi keuangan. Maka, kebijakan KLM perlu diiringi dengan penguatan ekosistem pendukung, seperti digitalisasi keuangan dan penjaminan kredit.

KLM bukan sekadar instrumen teknis, melainkan fondasi ketahanan dan daya saing ekonomi nasional. Ketika sektor perbankan didorong menyalurkan kredit produktif, rantai efeknya bisa panjang, seperti investasi meningkat, kapasitas produksi naik, lapangan kerja bertambah, dan konsumsi masyarakat menguat. Pada gilirannya, ini menciptakan siklus ekonomi yang lebih sehat di mana pertumbuhan tidak bergantung pada stimulus jangka pendek, tetapi pada produktivitas riil.

Integrasi kebijakan nasional adalah sebuah keniscayaan, seperti program hilirisasi, penguatan ketahanan pangan, dan inklusi keuangan. Artinya, setiap insentif likuiditas yang dikeluarkan BI berkontribusi langsung pada prioritas pembangunan ekonomi yang lebih luas. BI perlu sinergi kebijakan dan tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian orkestrasi kebijakan fiskal, industri, dan ketenagakerjaan.

Dan jika kebijakan ini terus disempurnakan dengan semangat sinergi lintas lembaga serta transparansi publik, maka bukan tidak mungkin KLM berbasis kinerja dan forward looking ini akan menjadi model kebijakan makroprudensial khas Indonesia yang menginspirasi negara lain dalam menggabungkan stabilitas dan pertumbuhan dalam satu langkah kebijakan yang arif dan hadap masalah.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Rupiah dan Pasar Distrust?
Rupiah dan Pasar Distrust?
Bank Bangkrut di Indonesia...
Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Izin Dicabut OJK Akibat Penyehatan Modal Gagal
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Rekomendasi
21 Titik Kantong Parkir...
21 Titik Kantong Parkir Disiapkan untuk Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta, Ini Lokasinya
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Cara Bikin Konten Reaction...
Cara Bikin Konten Reaction Viral, Simak 10 Tips dari Janda Tawa
Berita Terkini
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Permintaan Uang oleh Kanim Ngurah Rai dan Denpasar saat Periksa 2 Biro Jasa
Cak Imin: PKB Punya...
Cak Imin: PKB Punya Tanggung Jawab Moral Memikirkan Masa Depan NU
Blusukan ke Lampung,...
Blusukan ke Lampung, Jokowi: Saya Hadir untuk PSI
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
Prabowo: 4 Kali Saya...
Prabowo: 4 Kali Saya Kalah, tapi Tidak Mengganggu Pemimpin yang Dapat Mandat
Polri Tangkap Buronan...
Polri Tangkap Buronan Kasus Online Scam Paling Dicari Asal China
Infografis
Pemerintah Pertimbangkan...
Pemerintah Pertimbangkan Insentif PPnBM untuk Mobil 2.500 cc
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved