Insentif Likuiditas Kredit Forward Looking, Perlukah?

Minggu, 23 November 2025 - 22:42 WIB
loading...
A A A
Bank wajib melaporkan perkembangan kredit sektoral secara berkala, termasuk penyaluran ke sektor prioritas dan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi. Jika terdapat deviasi yang terlalu besar antara komitmen dan realisasi, BI menyesuaikan insentif yang diterima bank. Skema ini membantu agar disiplin tetap terjaga, sekaligus memastikan kebijakan tetap kredibel di mata pelaku usaha.

Pola pendekatan yang lebih fleksibel perlu dipertimbangkan. Kekakuan aturan berpotensi mengganggu stabilitas perbankan, terutama di tengah ketidakpastian pasar. Bank perlu ruang gerak ketika kondisi ekonomi berubah dan target kredit sulit tercapai.

Untuk itu diperlukan sistem yang mampu mengukur dampak kebijakan secara langsung terhadap sektor riil. Krisis global 2008 mengajarkan bahwa kebijakan ketat membuat penyaluran kredit turun tajam, meski likuiditas sudah dilonggarkan. Ini menjadi pengingat bahwa dorongan ekspansi kredit dan pengelolaan risiko harus berjalan seimbang.

Tiap desain insentif tidak bisa hanya mengejar besarnya kredit. Kebijakan harus nyambung dan sejalan dengan cara transmisi moneter bekerja di lapangan. Insentif KLM bisa diarahkan sejalan dengan kebijakan suku bunga BI. Jika suku bunga terlalu rendah, bank justru bisa makin hati-hati, apalagi untuk sektor yang dianggap berisiko tinggi.

Karena itu, insentif sebaiknya lebih selektif. Dorong lebih kuat ke sektor rendah risiko. Berikan insentif tambahan untuk bank yang berani masuk ke sektor yang lebih berisiko, dengan pengawasan yang ketat agar kredit tetap produktif.

Menarik juga untuk melihat bagaimana kebijakan serupa juga diterapkan di berbagai negara, meskipun dengan pendekatan berbeda. Inggris, misalnya, pernah meluncurkan Funding for Lending Scheme (FLS) pada 2012, program di mana bank mendapat pembiayaan murah dari bank sentral bila menyalurkan kredit ke sektor rumah tangga dan usaha kecil.

Uni Eropa melalui Targeted Long-Term Refinancing Operations (TLTROs) juga memiliki semangat serupa melalui memberikan pembiayaan jangka panjang dengan bunga rendah kepada bank yang memperluas kredit ke sektor riil. India menerapkan Targeted Long-Term Repo Operations (TLTRO) untuk memperkuat likuiditas sektor korporasi dan UMKM, dengan nilai mencapai lebih dari 1 triliun rupee (sekitar Rp190 triliun) pada tahap awal pelaksanaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Rupiah dan Pasar Distrust?
Rupiah dan Pasar Distrust?
Rupiah dan Ujian Kepercayaan
Rupiah dan Ujian Kepercayaan
Rupiah dalam Pusaran...
Rupiah dalam Pusaran Greenback
OJK dan Bareskrim Usut...
OJK dan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal, MA Pastikan Dana Nasabah Aman
OJK Sebut Sekuritas...
OJK Sebut Sekuritas Goreng Saham BEBS Raup Untung Rp14,5 Triliun
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Kurs Rupiah Ambruk ke...
Kurs Rupiah Ambruk ke Rp17.956 per Dolar AS, BI Angkat Suara
Rekomendasi
Rayakan 10 Tahun, INDOFEST...
Rayakan 10 Tahun, INDOFEST 2026 Targetkan 60.000 Pengunjung dan Transaksi Rp60 Miliar
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
Heboh Kabar Jule Hamil,...
Heboh Kabar Jule Hamil, Respons Clara Shinta Langsung Jadi Sorotan
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
3 Syarat Dapat Insentif...
3 Syarat Dapat Insentif Konversi Motor BBM ke Listrik Rp7 Juta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved