Pendapat Pengamat Intelijen soal Penusukan Syekh Ali Jaber
Senin, 14 September 2020 - 12:26 WIB
loading...
A
A
A
Untuk itu, Stanislau meminta agar motif dari pelaku harus digali, termasuk membuktikan informasi yang beredar bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa. "Jika benar mengalami gangguan jiwa maka perlu melibatkan para ahli psikologi untuk mengungkap alasan mengapa korban diserang oleh pelaku," ujar Stanislaus melanjutkan.
Di sisi lain, ia melihat, saat ini belum ada bukti bahwa adanya kaitan antara pelaku dengan jaringan teroris. Kemungkinan ini harus diselidiki agar dapat diungkap apakah pelaku bertindak sendiri atau ada pihak lain dibelakang pelaku.
Stanislaus juga mengingatkan kasus ini akan menjadi perhatian publik, mengingat korban adalah pemuka agama yang cukup terpandang. Untuk itu perlu diungkap dan disampaikan kepada publik hasil dari penyidikan agar tidak terjadi simpangsiur informasi di masyarakat.
"Yang harus diwaspadai lagi adalah peristiwa ini bisa dikapitalisasi oleh pihak tertentu menjadi isu SARA atau isu politik. Hal ini harus dicegah dengan cara mengungkap secara transparan tentang motif pelaku," ucap pria yang juga pengamat terorisme ini.
Di sisi lain, ia melihat, saat ini belum ada bukti bahwa adanya kaitan antara pelaku dengan jaringan teroris. Kemungkinan ini harus diselidiki agar dapat diungkap apakah pelaku bertindak sendiri atau ada pihak lain dibelakang pelaku.
Stanislaus juga mengingatkan kasus ini akan menjadi perhatian publik, mengingat korban adalah pemuka agama yang cukup terpandang. Untuk itu perlu diungkap dan disampaikan kepada publik hasil dari penyidikan agar tidak terjadi simpangsiur informasi di masyarakat.
"Yang harus diwaspadai lagi adalah peristiwa ini bisa dikapitalisasi oleh pihak tertentu menjadi isu SARA atau isu politik. Hal ini harus dicegah dengan cara mengungkap secara transparan tentang motif pelaku," ucap pria yang juga pengamat terorisme ini.
(dam)
Lihat Juga :