Tulah Ambisi Kereta Cepat
Selasa, 21 Oktober 2025 - 11:35 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sistem tata kelola fiskal yang sehat, setiap bentuk penjaminan seharusnya melalui mekanisme risk assessment yang terbuka. Ketika keputusan diambil melalui peraturan menteri tanpa diskursus publik yang memadai, transparansi dan akuntabilitas kebijakan menjadi layak untuk dipertanyakan.
Pemerintah perlu menjadikan restrukturisasi utang KCIC bukan sekadar penyelamatan proyek, tetapi momentum untuk menata ulang mekanisme akuntabilitas fiskal BUMN. Setiap skema pembiayaan non-APBN harus disertai mekanisme pelaporan publik dan evaluasi independen. Tanpa itu, jargon tanpa jaminan pemerintah hanya akan menjadi retorika administratif yang menutupi fakta beban fiskal riil.
Whoosh, nama kereta cepat itu, hendak melambangkan kecepatan dan kemajuan. Namun kecepatan tidak selalu sejalan dengan ketepatan arah. Jika restrukturisasi gagal dilakukan secara transparan, KCIC bukan hanya soal utang BUMN, melainkan ujian integritas prinsip pembiayaan non-APBN di negeri ini.
Pada akhirnya, proyek ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan cermin dari seberapa jauh negara mampu membedakan antara kebanggaan politik dan tanggung jawab fiskal.
Pelajaran dari Kasus KCIC
Kasus KCIC adalah pelajaran penting tentang bagaimana ambisi pembangunan bisa menekan batas rasionalitas fiskal. Proyek strategis memang perlu keberanian politik. Namun keberanian tanpa disiplin fiskal akan berujung pada beban yang diwariskan ke generasi berikutnya.Pemerintah perlu menjadikan restrukturisasi utang KCIC bukan sekadar penyelamatan proyek, tetapi momentum untuk menata ulang mekanisme akuntabilitas fiskal BUMN. Setiap skema pembiayaan non-APBN harus disertai mekanisme pelaporan publik dan evaluasi independen. Tanpa itu, jargon tanpa jaminan pemerintah hanya akan menjadi retorika administratif yang menutupi fakta beban fiskal riil.
Whoosh, nama kereta cepat itu, hendak melambangkan kecepatan dan kemajuan. Namun kecepatan tidak selalu sejalan dengan ketepatan arah. Jika restrukturisasi gagal dilakukan secara transparan, KCIC bukan hanya soal utang BUMN, melainkan ujian integritas prinsip pembiayaan non-APBN di negeri ini.
Pada akhirnya, proyek ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan cermin dari seberapa jauh negara mampu membedakan antara kebanggaan politik dan tanggung jawab fiskal.
(shf)
Lihat Juga :