Utang Whoosh: Menata Ulang Ambisi Infrastruktur Nasional

Senin, 17 November 2025 - 18:22 WIB
loading...
Utang Whoosh: Menata...
Perdana Wahyu Santosa, Guru Besar Ekonomi, Dekan FEB Universitas YARSI, dan Direktur Riset GREAT Institute. Foto/Istimewa
A A A
Perdana Wahyu Santosa
Guru Besar Ekonomi, Dekan FEB Universitas YARSI, dan Direktur Riset GREAT Institute

PROYEK Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB/KCIC) atau lebih dikenal dengan Whoosh kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mencari solusi komprehensif atas utang yang menembus sekitar Rp116 triliun. Instruksi ini lahir dari kekhawatiran bahwa beban proyek dapat mengganggu stabilitas fiskal, sementara pemerintah tetap ingin mempertahankan komitmen pada transportasi publik yang modern dan terjangkau.

Pemerintah menegaskan bahwa APBN tidak akan digunakan langsung untuk menutup kewajiban Whoosh. Beban pembiayaan diarahkan kepada Danantara sebagai holding BUMN strategis. Di sinilah perdebatan mengeras. DPR mengingatkan agar keuntungan BUMN sehat tidak dijadikan “kotak P3K” permanen untuk menutup kerugian proyek yang masih defisit sekitar Rp2 triliun per tahun. Jika praktik cross-subsidy dilakukan tanpa batas, insentif efisiensi korporasi akan rusak dan moral hazard menjadi permanen.

Risiko Keuangan Negara


Dari sisi angka, risikonya tidak kecil. Total investasi yang semula sekitar US$6 miliar kini membengkak menjadi lebih dari US$7,5 miliar atau setara Rp115–125 triliun. Sekitar 75 persen pendanaan berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB) dengan bunga kisaran 3,4–4 persen per tahun. Hanya bunga saja sudah mendekati Rp2 triliun per tahun, sementara laporan keuangan PT KCIC masih mencatat kerugian sekitar Rp1,6 triliun pada semester pertama 2025. Arus kas operasional jelas belum memadai untuk menutup beban bunga, apalagi pokok pinjaman.

Pada konteks global membuat posisi Indonesia kian tricky. Perlambatan ekonomi Tiongkok, volatilitas pasar obligasi, serta pengetatan likuiditas di kawasan menjadikan utang berdenominasi dolar berisiko lebih tinggi. Penugasan Danantara dapat dibaca sebagai upaya “memagari” risiko fiskal: beban ditempatkan di neraca korporasi BUMN, bukan langsung di APBN. Namun jika Danantara menanggung terlalu banyak risiko tanpa buffer modal yang cukup, tekanan dapat merembet ke BUMN lain dan perbankan nasional melalui jaringan kredit dan obligasi yang saling terkait.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
Arus Balik Long Weekend...
Arus Balik Long Weekend Padati Whoosh, Separuh Penumpang Bergerak ke Jakarta
8 Tips Beli Tiket Kereta...
8 Tips Beli Tiket Kereta Jakarta-Jogja Murah Untuk Liburan Hemat
Rekomendasi
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
Berita Terkini
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved