Melampaui Politik Identitas: Gerakan Kemanusiaan Dunia Atas Genosida Israel di Palestina
Senin, 13 Oktober 2025 - 15:41 WIB
loading...
A
A
A
Memang negara bangsa tidak di-design (dibentuk) sebagai manusia atau dalam kerangka kemanusiaan. Oleh sebab itu, konsep keamanan insani atau secara konseptual “human security” menjadi penting dalam kajian Hubungan Interansioanl kekinian.
Hal itu disebabkan negara bukan manusia tapi mesin birokrasi rasional yang tidak memiliki kesadaran eksistensial kemanusian. Negara tidaklah manusiawi, tapi robot besar yang menampung manusia-manusia dalam system negara-bangsa Westpahlia.
Ajaran Talmud Yahudi menjelaskan "Siapa pun yang menghancurkan satu jiwa, menghancurkan seluruh dunia". Firman Allah itu diulang kembali dalam Al Qur’an, Al Maidah ayat 32 dengan menjelaskan barangsiapa membunuh seorang manusia bukan karena alasan yang dibenarkan, maka seolah-olah dia telah membunuh seluruh umat manusia.
Tindakan Yahudi Israel di bawah Benjamin adalah politis. Ajaran Talmud, Islam, budaya dan ideologi apapun bertentangan dengan politik Israel ultranasionalis yang mendukung genosida warga Palestina.
Seruan Free Palestina tetap lantang berbasis pada ajaran universal moral yang berbeda beda baik agama dan budaya di dunia. Gerakan nir-militer di dunia terus menggerakkan nurani dalam bentuk kesadaran kosmopolitan. Dari sini, api kemanusiaan terus dikobarkan.
Negara yang cenderung dibuat oleh manusia rasional hanyalah satu dimensi tanpa adanya unsur kemanusiaan sejati. Padahal manusia adalah multidimensi. Manusia sangat berharga dalam kerangka multidimensi ini.
Oleh sebab itu di tengah manusia satu dimensi dunia dalam krisis kemanusiaan. Jika kita melihat kezaliman, pengrusakan di muka bumi ini sebagai suatu tragedi kemanusiaan, bergeraklah kita sebagai manusia multidimensi seperti sekarang berseru perdamaian di Palestina.
Teruslah kita kobarkan api kemanusiaan karena kita manusia multidimensi. Seruan kita dari lubuk nurani yang paling dalam adalah doa Kosmopolitan. Harapannya, seruan ini dan jeritan jiwa tersakiti ini didengar oleh semesta dan Tuhan.
Spiritualisme semacam ini pun bagian dari unsur manusia multidimensi agar kita tetap manusia. Adanya spiritulisme ini lah yang seluruh bangsa di dunia, termasuk bangsa Barat Sekuler praktekkan sekarang dalam gerakan seantero dunia melawan kezaliman Israel terhadap Palestina.
Hal itu disebabkan negara bukan manusia tapi mesin birokrasi rasional yang tidak memiliki kesadaran eksistensial kemanusian. Negara tidaklah manusiawi, tapi robot besar yang menampung manusia-manusia dalam system negara-bangsa Westpahlia.
Manusia Sangat Berharga
Ajaran Talmud Yahudi menjelaskan "Siapa pun yang menghancurkan satu jiwa, menghancurkan seluruh dunia". Firman Allah itu diulang kembali dalam Al Qur’an, Al Maidah ayat 32 dengan menjelaskan barangsiapa membunuh seorang manusia bukan karena alasan yang dibenarkan, maka seolah-olah dia telah membunuh seluruh umat manusia.
Tindakan Yahudi Israel di bawah Benjamin adalah politis. Ajaran Talmud, Islam, budaya dan ideologi apapun bertentangan dengan politik Israel ultranasionalis yang mendukung genosida warga Palestina.
Seruan Free Palestina tetap lantang berbasis pada ajaran universal moral yang berbeda beda baik agama dan budaya di dunia. Gerakan nir-militer di dunia terus menggerakkan nurani dalam bentuk kesadaran kosmopolitan. Dari sini, api kemanusiaan terus dikobarkan.
Negara yang cenderung dibuat oleh manusia rasional hanyalah satu dimensi tanpa adanya unsur kemanusiaan sejati. Padahal manusia adalah multidimensi. Manusia sangat berharga dalam kerangka multidimensi ini.
Oleh sebab itu di tengah manusia satu dimensi dunia dalam krisis kemanusiaan. Jika kita melihat kezaliman, pengrusakan di muka bumi ini sebagai suatu tragedi kemanusiaan, bergeraklah kita sebagai manusia multidimensi seperti sekarang berseru perdamaian di Palestina.
Teruslah kita kobarkan api kemanusiaan karena kita manusia multidimensi. Seruan kita dari lubuk nurani yang paling dalam adalah doa Kosmopolitan. Harapannya, seruan ini dan jeritan jiwa tersakiti ini didengar oleh semesta dan Tuhan.
Spiritualisme semacam ini pun bagian dari unsur manusia multidimensi agar kita tetap manusia. Adanya spiritulisme ini lah yang seluruh bangsa di dunia, termasuk bangsa Barat Sekuler praktekkan sekarang dalam gerakan seantero dunia melawan kezaliman Israel terhadap Palestina.
(shf)
Lihat Juga :