Mendesak Badan Reforma Agraria

Jum'at, 03 Oktober 2025 - 14:00 WIB
loading...
A A A
Pengalaman internasional membuktikan bahwa reforma agraria yang sukses selalu melibatkan kepemimpinan politik tertinggi. Korea Selatan menjadi contoh terbaik. Berdasarkan studi Association for Asian Studies (2023), reforma agraria Korea Selatan (1948-1957) yang dipimpin langsung Perdana Menteri berhasil mengubah struktur kepemilikan lahan secara drastis.

Tenancy rate turun dari 73 persen pada 1945 menjadi kurang dari 10 persen pada 1960. Kepemilikan lahan dibatasi maksimal 3 hektare per keluarga dengan sistem pembayaran angsuran 10 tahun tanpa bunga.

Kunci keberhasilannya terletak pada tiga pilar: kepemimpinan politik tertinggi yang memberikan legitimasi dan otoritas, kewenangan eksekusi penuh tanpa harus minta izin ke instansi lain, dan anggaran khusus yang tidak terfragmentasi. Yang tak kalah penting, reforma agraria diintegrasikan dengan program industrialisasi pertanian sehingga tidak hanya membagi-bagi tanah, tapi juga meningkatkan produktivitas.

Taiwan menunjukkan pendekatan serupa melalui Sino-American Joint Commission on Rural Reconstruction (JCRR) 1948-1979. Berdasarkan studi Cornell University Press (2019) dan Plants, People, Planet Journal (2024), JCRR menjalankan "bloodless social revolution" melalui tiga tahap reforma: pembatasan sewa 37,5 persen, penjualan tanah publik, dan program "Land to the Tiller". Tenancy rate turun dari 38,7 persen pada 1948 menjadi hampir zero pada 1960-an. Produktivitas beras meningkat 47 persen antara 1948-1952 berkat kombinasi reforma agraria, teknologi pertanian, dan 250 juta dolar bantuan AS yang dialokasikan khusus untuk sektor pertanian.

Meksiko memberikan pelajaran berbeda melalui National Agrarian Registry yang menggabungkan redistribusi lahan dengan pengakuan hak komunal (ejidos). Pendekatan ini sangat relevan untuk Indonesia yang memiliki kompleksitas hak ulayat dan tanah adat.

Mengapa kepemimpinan presiden begitu krusial? Reforma agraria bukan urusan teknis semata, melainkan intervensi politik yang menantang status quo. Tanpa dukungan politik tertinggi, program ini akan terjebak dalam ego sektoral dan tarik-menarik kepentingan yang justru menghambat pelaksanaan.

Merancang Kelembagaan yang Efektif


Berdasarkan analisis komparatif tersebut, BPRA harus dirancang dengan karakteristik yang jelas dan tegas. Pertama, struktur ad-hoc selama 15 tahun dengan mandat terbatas namun kewenangan penuh. BPRA harus berada langsung di bawah Presiden dengan kepala badan setingkat menteri. Ini memastikan otoritas politik yang cukup untuk menggerakkan seluruh aparatur negara.

Kedua, kewenangan eksekusi yang komprehensif meliputi penetapan tanah objek reforma agraria (TORA), redistribusi, dan penyelesaian konflik. BPRA harus memiliki tribunal agraria tingkat regional dengan putusan yang mengikat, mengadopsi model penyelesaian sengketa sukses dari Taiwan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Sambut DSI Prabowo,...
Sambut DSI Prabowo, PKB Ingatkan Transparansi dan Keberpihakan ke Petani
Aspal Karet: Solusi...
Aspal Karet: Solusi Senyap di Tengah Gejolak Energi Global
Mudik, Ban, dan Nasib...
Mudik, Ban, dan Nasib Petani Karet Indonesia
Cak Imin Sebut 1 Juta...
Cak Imin Sebut 1 Juta Masyarakat Miskin Ekstrem Bakal Terima Tanah Milik Negara
Judi Online Sudah Mengkhawatirkan,...
Judi Online Sudah Mengkhawatirkan, Data Kejagung Ungkap Anak SD hingga Petani Kecanduan
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Polinema Bantu Petani-UMKM...
Polinema Bantu Petani-UMKM Melon Blitar Go Digital dan Hemat Energi
Rekomendasi
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
Rencanakan Liburan dengan...
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
10 Pejabat Badan Gizi...
10 Pejabat Badan Gizi Nasional dan Latar Belakangnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved