Mewujudkan Damai Positif di Dunia yang Terbelah

Minggu, 21 September 2025 - 09:09 WIB
loading...
A A A
Tantangan untuk tahun-tahun mendatang jelas: bagaimana melindungi kebebasan berekspresi sambil mengekang kekerasan dijital yang merobek masyarakat. Masa depan perdamaian bergantung pada tanggung jawab mengelola kehidupan dijital. Perdamaian tidak harus berhenti pada kesepakatan damai, tetapi pada tindakan nyata untuk mewujudkannya.

Dalam praktik, Hari Perdamaian Internasional tidak saja tentang pemerintah yang menandatangani perjanjian atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi, melainkan juga bagaimana kita, sebagai individu, memilih cara hidup sehari-hari. Perdamaian ada dalam keputusan untuk mendengarkan efektif sebelum berteriak kencang.

Menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, menahan keinginan untuk menyebarkan kemarahan, termasuk mengajar anak-anak—dengan mencontohkan empati, keadilan, dan keberanian. Ini mungkin akan tampak seperti tindakan kecil, remeh temeh, tetapi hasilnya berlipat ganda di seluruh komunitas, yang membentuk kebiasaan baik dalam menopang perdamaian.

Seperti perang yang dimulai dengan kata-kata, kecurigaan, dan ketakutan yang membusuk, perdamaian dimulai dengan pilihan sehari-hari untuk membangun kepercayaan dan kerjasama. Krisis tahun 2025 penuh cerita duka cita perang, konflik bersenjata dan demonstrasi anarkis melawan pemerintah yang korup. Untuk hal terakhir yang disebut, Nepal, Republik Himalaya, terbakar menjadi abu untuk bangkit kembali.

Namun, ada alasan untuk berharap terbitnya pelangi setelah badai konflik. Di seluruh dunia, kaum muda berdiri tegak, tidak saja menentang kekerasan melainkan juga menentang perubahan iklim, rasisme, dan ketidaksetaraan. Mereka menolak untuk mewarisi perang orang tua mereka dan bersikeras meraih masa depan lebih baik.

Karenanya, hari Perdamaian Internasional ini mengingatkan kita bahwa perdamaian bukanlah mimpi yang utopis. Perdamaian hanya akan tercapai jika ada keberanian untuk berdialog, kesabaran untuk berkompromi, dan keyakinan bahwa persaudaraan manusia lebih besar daripada perpecahan manusia.

Sebagai pungkasan, saat dunia jeda pada tanggal 21 September, marilah kita merayakan perdamaian dengan tindakan nyata. Dengan memilih jalan perdamaian, kita membangun perdamaian dunia. Hari Perdamaian Internasional mesti dimaknai bukanlah sebuah jeda simbolis tetapi realitas sehari-hari. Satu yang nyata adalah damai positif tampaknya belum akan terwujud dalam waktu dekat.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Perang Berkepanjangan...
Perang Berkepanjangan AS Vs Iran, Indonesia Wajib Perkuat Ketahanan Nasional dan Diplomasi Strategis
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Rekomendasi
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
FMIPA UNEJ Tanam 750...
FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Berita Terkini
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Infografis
10 Pemain Tercepat di...
10 Pemain Tercepat di Piala Dunia 2026: Mbappe Kalahkan Haaland
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved